Sukabumi Update

Perhutani Bantah Melarang Rekan Korban Menghubungi Keluarga, Pelajar Tenggelam di Curug Bibijilan Sukabumi

Dokumentasi Curug Bibijilan Sukabumi (Sumber: Screenshot YouTube)

SUKABUMIUPDATE.com - Pihak Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan yang menewaskan seorang remaja berinisial KH (15), pelajar kelas 2 SMP asal Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, di kawasan wisata alam Curug Bibijilan, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sabtu (30/5/2026).

Korban dilaporkan terjatuh saat berada di kawasan wisata yang dikelola Perhutani tersebut. Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar Curug 7 oleh ayahnya sendiri yang ikut melakukan pencarian sekitar empat jam setelah kejadian.

Wakil Kepala Administratur KPH Sukabumi, Uday Jubaedi, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, setelah menerima laporan kejadian, sejumlah pihak langsung bergerak melakukan penanganan dan mendatangi keluarga korban.

Baca Juga: Persib Bandung Hadapi Manila Digger di Play-off ACL Two 2026/2027

"Betul ada kejadian. Saat kejadian, dari Asper, KRPH, Kepala Desa, Kompepar, dan Polsek langsung ke rumah duka. Besok juga Pak Kades bersama Kompepar akan kembali berkunjung ke sana," ujar Uday kepada sukabumiupdate.com, Minggu (31/5/2026).

Uday juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut adanya larangan untuk menghubungi keluarga korban tidak benar. Ia memastikan pihak Perhutani maupun unsur terkait justru berupaya membantu proses penanganan hingga evakuasi korban.

"Kaitan dengan adanya larangan untuk menghubungi keluarga, kami tegaskan tidak ada larangan untuk menghubungi keluarga. Bahkan proses evakuasi juga dibantu oleh pihak keluarga," tegasnya.

Baca Juga: Senin Masih Libur, Kondisi Arus Balik Long Weekend Idul Adha dan Waisak Dari Sukabumi

Selain itu, Uday menyampaikan bahwa sebelum kejadian naas tersebut, kondisi kawasan wisata Curug Bibijilan dalam keadaan normal dan tidak terjadi insiden apa pun. "Minggu sebelumnya tidak ada kejadian apapun," katanya.

Terkait perlindungan bagi pengunjung, Perhutani memastikan korban tercakup dalam program asuransi wisata. Saat ini proses pengajuan klaim tengah berjalan dan menunggu kelengkapan dokumen administrasi.

"Asuransi ada. Berkas-berkas sudah dikumpulkan. Tinggal menunggu keterangan penyebab kematian dari rumah sakit dan surat kematian," jelas Uday.

Baca Juga: Pintu Teralis Sudah Dicongkel, Maling Ditangkap Warga Sundawenang Parungkuda

Ia juga memastikan bahwa fasilitas keselamatan di kawasan wisata Curug Bibijilan telah tersedia, termasuk rambu-rambu peringatan dan petugas yang berjaga di lokasi. "Rambu-rambu lengkap, termasuk petugas juga ada," pungkasnya.

Pengakuan Rekan Korban

Informasi soal adanya petugas yang melarang menghubungi keluarga, belakangan diketahui setelah rekan korban speak up. Keluarga KH (15) remaja asal Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, mengaku kecewa dengan kinerja petugas pengelola Curug Bibijilan, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.

rekan korban mengakui sempat dilarang menghubungi keluarga sesaat setelah korban terjatuh pada Sabtu 30 Mei 2026. Korban diketahui terjatuh dari area Curug 6 saat berfoto bersama pacarnya sekitar pukul 10.00 WIB. Remaja kelas 2 SMP itu kemudian ditemukan sekitar pukul 14.00 WIB di Curug 7 dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: 11 Ucapan Hari Lahir Pancasila 2026 Berbagai Gaya yang Menarik

Sepupu korban, RSN (23), menuturkan rekan korban kebingungan dan syok setelah menyaksikan langsung KH terjatuh ke dari atas curug. Dalam kondisi panik, ia berulang kali naik turun area curug untuk mencari pertolongan.

Menurut RSN, keluarga belakangan mengetahui bahwa rekan korban sempat tidak diperbolehkan menghubungi keluarga setelah kejadian tersebut. Namun karena panik dan tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya ia menghubungi secara diam-diam.

"Temannya sempat mau menghubungi keluarga, tapi katanya jangan dulu. Karena bingung dan panik akhirnya dia menelepon keluarga kami diam-diam," ujarnya.

Baca Juga: Membusuk dan Belatungan, Cerita Ahmad Yadi Didatangi Bupati Sukabumi

Kondisi itu membuat keluarga menyayangkan lambatnya informasi yang diterima setelah korban terjatuh. Menurut mereka, semakin cepat keluarga mengetahui kejadian tersebut, semakin cepat pula upaya pencarian bisa dilakukan.

"Keluarga sempat marah dan greget kenapa tidak dari awal mengabarkan kalau korban hilang. Kalau langsung dicari, siapa tahu korban cuma pingsan dan masih bisa tertolong," tutur RSN.

Meski demikian, keluarga kini berusaha menerima kepergian korban. KH diketahui merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarganya, sementara dua saudara kandungnya adalah perempuan.

"Insyaallah perlahan kami ikhlaskan meskipun masih meninggalkan duka yang mendalam. Orang tuanya sangat sedih dan merasa kehilangan. Dia anak laki-laki satu-satunya dan sangat dibanggakan keluarga. Sampai sekarang masih terasa seperti mimpi," ungkapnya kepada sukabumiupdate.com, Minggu (31/5/2026).

Baca Juga: Mantan Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia

RSN berharap kejadian yang menimpa sepupunya menjadi perhatian semua pihak agar tidak ada lagi korban di kawasan wisata tersebut. Ia mengaku masih merasakan trauma dan kesedihan mendalam atas peristiwa yang menimpa keluarganya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT