SUKABUMIUPDAT.com - Penundaan pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Sukabumi akibat aksi massa bertajuk 2.6.26 menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Di media sosial, banyak warganet menyayangkan keputusan tersebut karena dinilai berdampak langsung terhadap kegiatan belajar dan evaluasi siswa.
Sejumlah sekolah diketahui menyesuaikan jadwal ujian sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan lalu lintas dan mobilitas warga selama berlangsungnya aksi di pusat Kota Sukabumi.
Beragam komentar muncul dari masyarakat. Sebagian besar berharap kegiatan penyampaian aspirasi tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu agenda pendidikan yang telah dijadwalkan sebelumnya.
"Kasian y anak2 udh persiapan SAT malah diLiburin..," tulis pemiik akun @Katrxx Rosxxx Saroixxxxx di kolom komentar Facecook.
"Ah atuh leungit orderan isuk budak sakola teh di liburkeun mah," timpal @Remxx Kalaxxxx.
Komentar serupa juga disampaikan warganet lainnya yang menilai pendidikan seharusnya menjadi prioritas dan tidak terdampak oleh aktivitas di luar lingkungan sekolah. "Belajar kalah sama demo aneh," cetus @Gelombxxx Sosxxx.
Meski demikian, ada pula masyarakat yang memahami langkah sekolah melakukan penyesuaian jadwal. Menurut mereka, keputusan tersebut diambil demi menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik serta tenaga pendidik.
"Alus libur keun bisi aya nanaon,," ujar warganet dengan akun @Dixx Praxxxx.
Baca Juga: Ratusan Personel Gabungan Disiapkan Amankan Aksi 2.6.26 di Kota Sukabumi
Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi melakukan penyesuaian pelaksanaan Sumatif Akhir Tahun (SAT) di sejumlah sekolah sebagai langkah antisipasi terhadap rencana aksi warga yang akan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Novian Restiadi melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikbud Kota Sukabumi, Nurhayati, mengatakan kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pimpinan Disdikbud dengan Pemerintah Daerah guna menjaga keamanan dan kenyamanan peserta didik selama kegiatan aksi berlangsung.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pemda terkait rencana aksi warga Kota Sukabumi pada 2 Juni 2026, ada beberapa penyesuaian pelaksanaan SAT yang perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Nurhayati kepada sukabumiupdate.com pada Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan SAT di SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 5, dan SMP Negeri 9 Kota Sukabumi yang semula dijadwalkan pada 2 Juni 2026 ditunda menjadi 3 Juni 2026. Selama penundaan tersebut, para siswa diminta melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.
Kebijakan serupa juga berlaku bagi SMP Muhammadiyah dan SMP Tamansiswa. Kedua sekolah tersebut akan melaksanakan SAT pada 3 Juni 2026, sedangkan pada 2 Juni siswa mengikuti pembelajaran dari rumah.
Sementara itu, sekolah-sekolah di luar enam satuan pendidikan tersebut tetap melaksanakan SAT sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.
Disdikbud Kota Sukabumi juga mengimbau pihak sekolah yang tetap menyelenggarakan SAT pada 2 Juni untuk meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik. Langkah ini dilakukan agar siswa tidak terlibat ataupun turut menyaksikan aksi massa yang direncanakan berlangsung pada hari yang sama.
Selain kepada sekolah, Disdikbud meminta para orang tua untuk turut berperan aktif dalam mengawasi putra-putrinya selama berada di rumah.
"Kami berharap orang tua dapat bekerja sama dengan sekolah untuk memastikan siswa tetap berada dalam pengawasan dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu proses belajar maupun keselamatan mereka," kata Nurhayati.
Editor : Syamsul Hidayat