Sukabumi Update

Kisah Pilu Keluarga Maulana, Menunggu Kepulangan Anak yang Hilang Hampir 4 Tahun

Rudiansyah saat menunjukan foto sang kakak. (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com – Hampir empat tahun berlalu tanpa kabar. Namun bagi keluarga Maulana Jamaludin (26), warga Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, harapan untuk kembali bertemu dengan sosok yang mereka cintai belum pernah benar-benar padam.

Maulana diketahui meninggalkan rumah pada Mei 2022. Saat itu, ia berpamitan kepada keluarga dengan alasan hendak bekerja di sektor perikanan di wilayah Indramayu. Tak ada firasat buruk yang dirasakan keluarga. Kepergiannya dianggap sebagai langkah seorang anak untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Namun, sejak keberangkatan itu, Maulana tak pernah lagi kembali.

Mengenang hari ketika sang kakak pergi. Rudiansyah (20) selaku adik kandung Maulana mengatakan sejak saat itu sang kakak berangkat tanpa membawa telepon genggam karena memang tidak memiliki perangkat tersebut. Meski begitu, keluarga masih sempat menerima kabar beberapa hari setelah keberangkatannya.

"Awalnya pamit ke keluarga Mei 2022, bilang mau kerja berlayar di Indramayu. Kakak saya tuh nggak bawa HP waktu berangkat karena gapunya HP," ujar Rudiansyah kepada sukabumiupdate.com, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga: Telur Dadar Dilarang, Prabowo Minta Mitra MBG Sajikan Ceplok atau Rebus

Dua hari setelah berangkat, Maulana mengabarkan bahwa dirinya telah tiba di lokasi tujuan. Namun, sebuah pesan yang ia kirim melalui WhatsApp kepada sang adik kemudian menjadi kenangan terakhir yang hingga kini terus membekas di benak keluarga.

"Setelah dua hari keberangkatan kakak saya ngabarin keluarga katanya udah sampe, dan tiba-tiba ngechat ke saya di WA, 'Rud jagain keluarga, ga ada yang bantuin lagi selain keluarga'. Kakak saya juga bikin status di Facebook isinya kurang lebih dia curhat ga ada yang bisa ngebantuin selain diri sendiri, dia nge-posting kaya semacam lokasi gitu keberadaan dia," katanya.

Pesan tersebut kini terasa begitu berarti. Sebab setelah itu, seluruh komunikasi dengan Maulana terputus tanpa jejak.

Menurut Rudiansyah, kakaknya sempat mengatakan akan bekerja sebagai nelayan atau pemancing di wilayah Indramayu. Namun setelah pesan terakhir itu dikirimkan, tidak ada lagi kabar yang diterima keluarga.

"Dia pas pamitan bilangnya mau kerja berlayar di Indramayu katanya mancing, tapi setelah terakhir hari itu kakak saya bilang nitip keluarga dia udah ga ada kabar lagi sampai sekarang sudah 4 tahun," ucapnya.

Baca Juga: Reses di Gegerbitung, Uden Serap Keluhan Warga Soal BPJS hingga Nasib Guru PAUD

Pada awalnya, keluarga berusaha tetap berpikir positif. Mereka meyakini Maulana suatu saat akan pulang dan kembali berkumpul bersama. Namun waktu terus berjalan. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, sementara kabar yang dinanti tak kunjung datang.

Kekhawatiran pun mulai tumbuh. Berbagai upaya pencarian dilakukan secara mandiri oleh keluarga.

"Kalau upaya dari keluarga sempat pas setahun kakak saya ga ada kabar itu kita masih positif thinking, tapi lama-lama kakak perempuan saya, anak pertama dari orang tua kita, itu udah mulai nyari-nyari. Awalnya nyari ke Jakarta tapi nggak ada hasil. Setelah itu pengen lapor ke polisi cuma pihak keluarga masih berharap dan menunggu," tutur Rudiansyah.

Di tengah pencarian tersebut, keluarga memperoleh informasi dari teman Maulana yang diketahui berangkat bersama saat itu. Dari keterangan yang diterima, keduanya sempat menuju sebuah agen di Jakarta sebelum akhirnya berpisah.

Baca Juga: Kuasa Hukum Aknes Desak OJK Periksa dan Beri Sanksi BPRS HIK Parahyangan, Klaim Rugi Rp35,5 Miliar

"Yang di Jakarta itu kabarnya agen. Jadi kakak saya berangkat sama satu teman tongkrongannya. Mereka berangkat ke agen yang di Jakarta itu, tapi teman kakak saya milih pulang sementara kakak saya ga pulang alesannya karena KTP-nya ditahan. Waktu saya tanya ke teman kakak saya katanya perusahaan agennya itu ilegal," ungkapnya.

Kini, keluarga yang tinggal di Gang Serda Sukanda RT 02 RW 01, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, masih terus menanti. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir empat tahun, mereka berharap ada secercah informasi yang dapat mengungkap keberadaan Maulana Jamaludin.

Bagi keluarga, satu kabar saja sudah sangat berarti. Sebab hingga hari ini, harapan agar Maulana pulang dan kembali berkumpul di rumah masih tetap hidup.

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT