SUKABUMIUPDATE.com - Duta Besar Zimbabwe untuk Indonesia, Alfred Mucheuki, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan International Cultural Festival (ICF) 2026 yang diinisiasi oleh Nusa Putra University (NPU), Kamis (4/6/2026). Festival budaya internasional ini dinilainya sukses mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dalam suasana yang penuh keberagaman dan pertukaran budaya.
Bagi Alfred, kehadirannya dalam ajang ICF 2026 merupakan momen perdana dirinya menginjakkan kaki di kampus Nusa Putra University. Ia menegaskan bahwa diplomasi melalui jalur pendidikan dan interaksi lintas budaya seperti ini memegang peran krusial dalam mempererat hubungan bilateral antarbangsa.
"Saya sangat senang berada di sini. Ini adalah kunjungan pertama saya ke Nusa Putra University dan saya yakin ini bukan yang terakhir. Saya melihat langsung bagaimana mahasiswa dari berbagai negara dapat berkumpul dan berinteraksi dalam suasana yang sangat positif," ujar Alfred Mucheuki.
Alfred mengapresiasi tinggi komitmen Nusa Putra University dalam menciptakan ekosistem akademik yang inklusif dan terbuka bagi dunia internasional. Dirinya juga mengaku bangga karena saat ini ada sejumlah mahasiswa asal Zimbabwe yang tengah menimba ilmu di kampus tersebut.
"Kami memiliki mahasiswa Zimbabwe di sini dan tentunya berharap dapat mengirimkan lebih banyak lagi mahasiswa untuk belajar di Nusa Putra University. Pada saat yang sama, kami juga berharap mahasiswa Nusa Putra dapat memiliki kesempatan untuk belajar dan memperoleh pengalaman internasional melalui berbagai program kolaborasi," katanya.
Baca Juga: Meriah! ICF 2026 Nusa Putra University Hadirkan Kuliner dan Budaya Lintas Negara di Sukabumi
Berangkat dari hal tersebut, Alfred melihat adanya peluang besar untuk memperluas jembatan kolaborasi antara Nusa Putra University dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka di Zimbabwe. Bentuk kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui program pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, maupun kolaborasi akademik lainnya.
"Kami berharap dapat mendorong program pertukaran dan kerja sama riset antara Nusa Putra University dengan universitas-universitas di Zimbabwe. Dunia pendidikan saat ini membutuhkan lebih banyak kolaborasi lintas negara agar mahasiswa memiliki kesempatan belajar dari berbagai budaya dan pengalaman global," ungkapnya.
Menurut Alfred, keunggulan utama dari Nusa Putra University terletak pada kemampuannya menyediakan ruang belajar yang ramah dan adaptif terhadap kemajemukan latar belakang budaya. Atmosfer inklusif tersebut tercermin sangat kental sepanjang pelaksanaan festival budaya berlangsung.
Ia bahkan menyarankan agar institusi pendidikan tinggi lainnya, baik di Indonesia maupun di kancah internasional, dapat meniru formula yang diterapkan oleh NPU dalam merawat perbedaan.
"Saya berharap institusi pendidikan lain dapat belajar dari Nusa Putra University. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal budaya yang berbeda, bertukar pengalaman, dan membangun pemahaman global yang sangat penting di era saat ini," tuturnya.
Tak hanya memberikan apresiasi, Alfred juga berencana memperkenalkan pengalaman positifnya di Nusa Putra University kepada berbagai universitas di Zimbabwe sebagai contoh pengembangan kerja sama internasional melalui pendidikan dan budaya.
"Ini adalah acara yang luar biasa dan saya sangat menyukainya. Saya akan menceritakan pengalaman ini kepada rekan-rekan saya dan mendorong universitas-universitas di Zimbabwe untuk melakukan hal yang sama, yaitu membangun ruang kolaborasi internasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dan budaya," pungkasnya. (*)
Editor : Denis Febrian