SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi terus memperkuat nilai spiritualitas dan kebersamaan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar setiap hari Senin.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target kinerja, tetapi juga pada penguatan moral, etika, dan integritas aparatur.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan pengajian rutin bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan bagian dari strategi pembinaan mental ASN guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Pengajian rutin setiap Senin ini menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kebersamaan, sekaligus mengingatkan kami semua agar tetap menjaga integritas dalam bekerja. Kami ingin setiap langkah pelayanan kepada masyarakat, khususnya petani, dilandasi nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab,” ujar Aep, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, stabilitas produksi pangan, hingga dinamika distribusi hasil pertanian, penguatan karakter ASN menjadi aspek yang tidak dapat diabaikan.
Baca Juga: Lawan JDT di Bandung, Ini Jadwal Lengkap Persib Bandung di ASEAN Club Championship 2026/27
Aep menjelaskan, pengajian rutin juga menjadi sarana refleksi bagi para pegawai untuk menjaga komitmen dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Ia menilai sektor pertanian membutuhkan aparatur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki keteguhan moral dalam menjalankan tugas.
“Kita dihadapkan pada tantangan besar dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, aparatur harus memiliki semangat kerja yang kuat, jujur, dan konsisten. Pengajian ini menjadi salah satu pengingat agar kami tetap berada pada jalur pengabdian,” katanya.
Selain memperkuat aspek spiritual, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan hubungan antarsesama pegawai di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Interaksi yang terjalin di luar aktivitas formal kedinasan diyakini dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan berbagai program pertanian.
Aep menambahkan, budaya kerja yang kolaboratif menjadi kunci dalam mempercepat pencapaian target pembangunan sektor pertanian daerah, termasuk peningkatan produksi, kesejahteraan petani, serta penguatan inovasi pertanian yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, pengajian rutin juga diarahkan sebagai langkah pencegahan dini terhadap potensi penyimpangan dalam birokrasi. Melalui penguatan nilai spiritual dan etika kerja, ASN diharapkan mampu menjaga profesionalisme dan akuntabilitas dalam setiap proses pelayanan publik.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Nilai-nilai tersebut kami perkuat melalui pendekatan spiritual dan kebersamaan,” pungkasnya. (adv)
Editor : Syamsul Hidayat