SUKABUMIUPDATE.com - Dalam sehari pada Senin 8 Juni 2026, ada dua peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Dua rumah warga yang berlokasi di Kecamatan Sagaranten dan Kecamatan Pabuaran dilaporkan menjadi sasaran si jago merah.
Kebakaran pertama terjadi di Kampung Babakan RT 008/002, Desa Ciwalat, Kecamatan Pabuaran, pada hari Senin 8 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Rumah milik Edah (57 tahun) mengalami kebakaran yang diduga dipicu oleh tungku api yang berada di dapur.
Informasi kejadian tersebut disampaikan oleh Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, Yogi Regina.
Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Saat Truk Muatan Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Sukabumi
"Api diduga berasal dari tungku yang berada di dapur dan kemudian menyambar dinding rumah. Beruntung warga sekitar bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan sebelum meluas," kata Yogi, kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (09/06/2026).
Setelah menerima laporan, P2BK Pabuaran bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Satpol PP langsung turun melakukan assessment ke lokasi kejadian.
Dimana cuaca saat kejadian juga dilaporkan cerah, sementara nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses kajian oleh petugas terkait.
Baca Juga: Ada Super New Moon, Pesisir Sukabumi Potensi Banjir ROB 13-20 Juni 2026
Sementara itu kebakaran kedua terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Kampung Rancawiru RT 009/003, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Camat Sagaranten, R. Ade Akhsan Bratadiredja.
"Rumah yang terbakar merupakan rumah semi permanen berukuran 4 x 15 meter milik Bapak Heri (33 tahun) dan Ibu Ucu Rosanti (27 tahun). Saat kejadian api sudah membesar dan membakar lantai dua rumah," ujar Ade kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (9/6/2026).
Di rumah tersebut juga tinggal dua anak mereka, yakni A (8 tahun) dan R (5 tahun) dan beruntungnya dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.
Baca Juga: Persib Bandung Bidik Eks Timnas Portugal, Siapa Sosok Rui Pires?
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kejadian, di antaranya Damkar Sagaranten, masyarakat sekitar, unsur kecamatan dan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK, Tagana, serta Satpol PP Kecamatan Sagaranten.
Berdasarkan hasil assessment sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik. Cuaca saat kejadian dilaporkan dalam kondisi cerah dan hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Kedua kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik yang bersumber dari instalasi listrik maupun penggunaan api di lingkungan rumah tangga.
Editor : Ikbal Juliansyah