SUKABUMIUPDATE.com – Program bakti sosial Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia kembali menyentuh masyarakat. Kali ini, melalui kegiatan bedah rumah, renovasi tempat ibadah, serta optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri di Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Sebanyak lima rumah warga dan dua masjid di Kampung Warungkiara, Desa Warungkiara, Kecamatan Warungkiara, mendapat bantuan pembangunan dan renovasi. Program tersebut diresmikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, Rabu (10/6/2026).
Agus mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk dukungan kementeriannya terhadap program Presiden Republik Indonesia yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami ini pembantunya Bapak Presiden. Tugas kami bukan hanya menjalankan tugas pokok dan fungsi kementerian, tetapi juga bagaimana memberikan kontribusi terhadap program-program pemerintah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: Siap Jadi Justice Collaborator, Sony Sonjaya Sebut Ada Puluhan Nama Terlibat Kasus MBG
Menurut Agus, program bedah rumah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk konstruksi hasil karya warga binaan pemasyarakatan yang diproduksi di Lapas Kelas I Tangerang. Material tersebut dinilai mampu menghadirkan hunian layak dengan biaya relatif terjangkau dan waktu pembangunan yang cepat.
Ia mengungkapkan, lima unit rumah yang dibangun di Warungkiara dapat diselesaikan hanya dalam waktu 19 hari.
"Ini artinya kecepatan waktunya, kemudian bahan yang relatif terjangkau, bisa menghasilkan rumah yang layak untuk masyarakat," katanya.
Agus menjelaskan, program tersebut masih dalam tahap uji coba. Namun ke depan, pihaknya berharap dapat memperluas pelaksanaannya melalui dukungan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menurutnya, apabila setiap lapas dan rutan di Indonesia mampu merealisasikan minimal satu program bedah rumah bagi masyarakat, maka manfaatnya akan sangat besar.
Baca Juga: Pertamax Rp16.250 per Liter, Resmi Naik Mulai 10 Juni 2026: Ini Daftar Harga BBM Pertamina
"Kalau satu lapas atau satu rutan bisa CSR satu bedah rumah kepada masyarakat, sementara jumlahnya sekitar 530 unit lapas dan rutan di seluruh Indonesia, tentu dampaknya akan sangat luar biasa. Itu cita-cita kami, mudah-mudahan bisa tercapai," ungkapnya.
Menariknya, pembangunan rumah tersebut juga melibatkan warga binaan pemasyarakatan. Selain menggunakan material hasil produksi warga binaan di Lapas Tangerang, proses pembangunan di Sukabumi turut dikerjakan oleh warga binaan yang didampingi tenaga tukang profesional.
Agus menegaskan, keterlibatan warga binaan merupakan bagian dari pembinaan sekaligus pemberdayaan agar mereka memiliki keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke masyarakat. Ia pun menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam pembinaan narapidana.
"Ya, mereka kan ya harusnya memang memanusiakan manusia. Jadi, warga binaan pemasyarakatan kan juga manusia. Jadi, kalau mereka kita perlakukan sebagai manusia, saya rasa mereka akan menerima juga pelayanan kita," tandasnya.
Editor : Asep Awaludin