SUKABUMIUPDATE.com - Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, Leica Azkhera Mahreen telah memiliki keunikan yang membuatnya mudah dikenali. Bocah asal Kampung Gandasoli RT 02 RW 07, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi itu terlahir dengan mata kiri berwarna biru terang, kondisi langka yang jarang ditemui pada anak-anak di Indonesia.
Leica yang lahir pada 6 Desember 2017 kini duduk di bangku kelas 2 SDN Gandasoli. Warna mata kirinya yang berbeda dari mata kanan maupun kebanyakan orang sering kali menarik perhatian warga hingga orang yang baru pertama kali bertemu dengannya.
Ibundanya, Indri Komariyah, menuturkan bahwa perbedaan warna mata tersebut tidak langsung terlihat saat Leica dilahirkan. Menurutnya, kondisi itu mulai tampak ketika usia putrinya menginjak sekitar 40 hari.
“Dari lahir, pas pertama lahir itu ga keliatan kan masih agak item gitu, terus pas waktu 40 hari agak keliatan agak biru biru gitu,” ujar Indri saat ditemui sukabumiupdate.com di SDN Gandasoli pada Rabu, (10/6/2026).
Melihat perubahan tersebut, keluarga kemudian memutuskan untuk memeriksakan kondisi mata Leica ke rumah sakit. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah perbedaan warna tersebut berpengaruh terhadap kesehatan maupun fungsi penglihatannya.
“Terus saya bawa ke Rumah Sakit Assyifa untuk dicek, alhamdulillah penglihatannya normal, matanya itu bener bener terang gitu ke abuan,” katanya.
Baca Juga: Akses Pendidikan Diperluas, Pemprov Jabar Perpanjang Tahap PCMB 2026 Hingga 11 Juni
Setelah menjalani pemeriksaan, Leica diketahui mengalami heterochromia, yakni kondisi genetik yang menyebabkan warna iris mata berbeda. Meski tergolong langka, kondisi tersebut tidak menimbulkan gangguan penglihatan pada dirinya.
“Dia masuknya heterochromia, jadi kelainan genetik langka aja tapi alhamdulillah untuk penglihatannya dia normal, enggak ada faktor keturunan,” ungkap Indri.
Menurutnya, selama masa kehamilan hingga proses persalinan tidak ada kondisi khusus yang dialami. Semuanya berjalan normal seperti kehamilan pada umumnya. “Sebelumnya dia dari hamil juga normal,” ujarnya.
Indri menambahkan, kasus serupa sebenarnya pernah ditemukan di Indonesia, meski jumlahnya tidak banyak. Karena itu, kondisi yang dialami Leica masih tergolong langka dan kerap mengundang rasa penasaran masyarakat. “Di Indonesia itu udah ada juga kan, cuman kaya langka,” katanya.
Meski memiliki kondisi yang berbeda, Leica tumbuh sehat dan aktif seperti anak-anak seusianya. Dengan penglihatan yang normal, ia tetap menjalani aktivitas belajar, bermain, dan bergaul bersama teman-temannya tanpa kendala.
Baca Juga: Disdik Sukabumi Usulkan OSN Susulan bagi Peserta yang Terdampak Pemadaman Listrik
Keunikan warna mata yang dimilikinya kini menjadi ciri khas tersendiri. Bagi sebagian orang, mata biru terang Leica mungkin terlihat tidak biasa. Namun di balik itu, tersimpan kisah tentang seorang anak yang tumbuh ceria dengan kondisi genetik langka yang membuatnya istimewa.
Editor : Syamsul Hidayat