SUKABUMIUPDATE.com – Bagi banyak orang, suara rintik hujan yang jatuh di atas atap rumah menghadirkan suasana tenang dan menenangkan. Namun, bagi Maryono (41), warga Kampung Warungkiara, Desa/Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, hujan justru menjadi sumber kecemasan yang telah menghantuinya selama bertahun-tahun.
Setiap kali langit mulai mendung dan hujan turun, Maryono harus bersiap menghadapi kebocoran di berbagai sudut rumahnya. Atap yang lapuk dan kondisi bangunan yang mulai rapuh membuat dirinya dan keluarga hidup dalam kekhawatiran, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Kondisi tersebut kini mulai berubah setelah rumah yang ditempatinya menjadi salah satu penerima bantuan renovasi dalam program bantuan sosial (Bansos) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia.
Program tersebut mencakup bedah rumah, renovasi tempat ibadah, serta optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Berkah Mandiri di Lapas Kelas IIA Warungkiara.
Rumah Maryono menjadi satu dari lima rumah tidak layak huni di Desa Warungkiara yang mendapatkan bantuan perbaikan.
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Mudah-mudahan program seperti ini bisa terus berlanjut dan membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Maryono, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Libatkan Warga Binaan, Kementerian Imipas Bedah 5 Rumah Warga di Sukabumi
Ia mengaku tidak pernah menyangka rumahnya akan mendapat bantuan renovasi. Selama ini, keterbatasan ekonomi membuat keinginan memperbaiki rumah hanya menjadi harapan yang sulit diwujudkan.
"Banyak yang bocor, atapnya juga sudah mau ambruk," katanya.
Maryono saat bercengkrama dengan Menteri Imipas Agus Andrianto saat peresmian rumah barunya.
Saat musim penghujan tiba, air kerap masuk ke dalam rumah melalui celah-celah atap yang rusak. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan anggota keluarganya.
Kini, harapan baru mulai tumbuh. Renovasi yang dilakukan melalui program sosial Imipas memberikan rasa aman dan kenyamanan yang selama ini sulit dirasakan keluarganya.
"Mudah-mudahan program ini terus ada. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bapak Kalapas yang telah membantu kami," ungkapnya.
Program bakti sosial tersebut tidak hanya menyasar rumah warga. Selain membedah lima rumah tidak layak huni, kegiatan juga mencakup renovasi dua masjid di Desa Warungkiara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Korban Bencana Cijambe Belum Dapat Huntap, Disperkim Sukabumi Kejar Penyelesaian Lahan
Bupati Sukabumi, Asep Japar, mengapresiasi program yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat tersebut. Menurutnya, bantuan bedah rumah menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial terhadap warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.
"Ini program yang sangat bermanfaat. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat," ujar Asep.
Bupati Sukabumi Asep Japar saat mendampingi kunjungan Menteri Imipas Agus Andrianto di lokasi penerima manfaat program bedah rumah di Warungkiara.
Ia menilai persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Karena itu, dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun lembaga lainnya, sangat dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Asep berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
"Semoga ini menjadi awal dari penguatan ekosistem pembinaan yang lebih humanis, produktif, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Sementara itu Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk dukungan kementeriannya terhadap program Presiden Republik Indonesia yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kami ini pembantunya Bapak Presiden. Tugas kami bukan hanya menjalankan tugas pokok dan fungsi kementerian, tetapi juga bagaimana memberikan kontribusi terhadap program-program pemerintah yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat," ujarnya.
Menurut Agus, terdapat puluhan rumah yang berhasil diperbaiki lewat program bedah rumah oleh jajaran pemasyarakatan.
"Baksos dalam bentuk bedah rumah sudah dibangun 24 rumah, lima di Sukabumi. Semoga kegiatan sosial ini akan terus dilakukan," tuturnya.
Editor : Denis Febrian