Sukabumi Update

BBM Pertamax Naik, Pengemudi Ojol di Sukabumi Beralih ke Pertalite

Antrian di di SPBU Jalan Siliwangi No. 30, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026) | Foto : Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai dirasakan para pengemudi ojek online (ojol) di Sukabumi. Sejumlah pengendara yang sebelumnya setia menggunakan Pertamax kini terpaksa beralih ke Pertalite untuk menekan biaya operasional harian.

Pantauan di SPBU Jalan Siliwangi No. 30, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/6/2026), sejumlah pengemudi mengaku harus menyesuaikan pengeluaran setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan.

Salah seorang pengemudi ojol, Randi (31), mengaku selama ini memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa sepeda motor yang digunakannya bekerja setiap hari. Namun, kenaikan harga membuatnya berpindah ke Pertalite.

"Jadi ayeuna mah ngalih ka Pertalite. ka Pertalite ayeuna mah," ujar Randi kepada sukabumiupdate.com, Rabu sore, (10/6/2026).

Menurutnya, sebelum harga naik, pengisian Pertamax senilai Rp25 ribu masih cukup memenuhi kebutuhan berkendara. Namun kini jumlah BBM yang didapat jauh berkurang sehingga membuatnya mempertimbangkan pengeluaran harian.

Baca Juga: Perumdam TJM Sukabumi Perkuat Jembatan Pipa Pascalongsor di Parakansalak

Meski demikian, Randi mengaku tidak memiliki keluhan khusus terhadap kebijakan kenaikan harga tersebut. Ia hanya menyayangkan harga Pertamax yang terus meningkat. "Oh, menyayangkan, iya," katanya.

Randi menjelaskan alasan dirinya selama ini menggunakan Pertamax karena memberikan performa yang lebih baik dibandingkan Pertalite. Ia merasakan tarikan motor lebih ringan dan konsumsi bahan bakar lebih efisien. "ringan kemotor, bagus," ucapnya.

Saat ditanya perbedaan penggunaan Pertalite dan Pertamax, Randi mengaku tarikan motor terasa lebih berat ketika menggunakan Pertalite. "iya beda tarikannya, pertlite itu berat,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai Pertalite relatif lebih boros dibandingkan Pertamax yang selama ini digunakannya. "Rada boros kalo Pertalite mah," tambahnya.

Sementara itu, pengemudi ojol lainnya menilai kenaikan harga BBM berpotensi meningkatkan biaya operasional harian. Menurut dia, pengeluaran untuk bahan bakar otomatis bertambah meski pendapatan belum tentu mengalami peningkatan. "Naik, Kang," singkatnya saat ditanya dampak kenaikan harga Pertamax terhadap operasional sehari-hari.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya potongan yang dikenakan aplikasi terhadap pengemudi telah mengalami kenaikan. "Potongan udah naik kemarin juga," katanya.

Baca Juga: Diresmikan Bupati, Gedung Serbaguna Desa Sukamulya Bisa Tingkatkan PADes

Menurutnya, persentase potongan yang sebelumnya berada di kisaran 12 persen kini mencapai 17 persen. "Naiknya, kemarin teh 12 persen sekarang 17 persen," ujarnya.

Diketahui, pemerintah menetapkan harga baru Pertamax sebesar Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut membuat harga BBM nonsubsidi itu melonjak dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp12.300 per liter.

Kondisi tersebut membuat sebagian pengemudi ojol mulai menghitung ulang biaya operasional mereka. Di tengah kebutuhan mencari penghasilan setiap hari, pilihan menggunakan BBM yang lebih terjangkau menjadi langkah yang dianggap paling realistis meski harus mengorbankan kenyamanan dan performa kendaraan.

Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, berlaku mulai 10 Juni 2026:

Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.

Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.

Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.

Pertamax Green 95 Rp 17.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.

Pertamax Turbo Rp 20.750 per liter, tetap.

Dexlite Rp 23.000 per liter, tetap.

Pertamina DEX Rp 24.800 liter, tetap.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT