SUKABUMIUPDATE.com - Proses Evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 masih terus berlangsung. Hingga saat ini, Kabupaten Sukabumi masih berada pada tahapan verifikasi tingkat Provinsi Jawa Barat setelah seluruh data dan dokumen pendukung diunggah ke aplikasi KLA.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengatakan penginputan data dan dokumen pendukung pada aplikasi KLA telah ditutup pada 30 Mei 2026.
"Berdasarkan hasil evaluasi mandiri (EM), Kabupaten Sukabumi memperoleh nilai sebesar 886,33 yang berada pada kategori predikat Utama. Namun demikian, nilai tersebut masih akan melalui proses verifikasi oleh Tim Provinsi Jawa Barat sebelum diajukan kepada Tim Verifikasi Pusat," kata Agus kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga: Siswi SD Gagal OSN Akibat Listrik Padam, Ketua Komisi IV DPRD Sukabumi Minta PLN Beri Penjelasan
Menurut Agus, setelah verifikasi provinsi selesai, Kabupaten Sukabumi masih harus mengikuti tahapan verifikasi tingkat pusat sebelum penetapan hasil akhir dan pemberian predikat Kabupaten Layak Anak oleh pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, hasil akhir penilaian Kabupaten Layak Anak umumnya diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.
Saat ini, kata Agus, Pemerintah Kabupaten Sukabumi masih menunggu hasil telaah dan informasi dari Tim Provinsi Jawa Barat terkait kemungkinan perbaikan atau penyempurnaan dokumen pendukung yang telah diunggah sebelumnya.
Baca Juga: KDMP Kebonpedes Sukabumi di Lapangan Sekolah, Kepsek dan Kades Beri Penjelasan
"Pada tahap ini tidak dimungkinkan adanya penambahan nilai dari hasil evaluasi mandiri yang telah diperoleh. Namun demikian, apabila terdapat catatan dari tim verifikator provinsi, pemerintah daerah masih dapat melengkapi atau menyempurnakan dokumen pendukung yang sebelumnya telah diinput sebagai bagian dari proses verifikasi," ujarnya.
Dengan capaian nilai evaluasi mandiri sebesar 886,33, Kabupaten Sukabumi dinilai memiliki peluang untuk naik ke predikat Utama apabila hasil verifikasi provinsi dan pusat tidak mengurangi nilai secara signifikan.
Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait terus berupaya memastikan kelengkapan data dukung serta kesiapan menghadapi tahapan verifikasi berikutnya.
Baca Juga: Kick Off UMKM Naik Kelas dan Motekar 2026, Bupati Sukabumi: "UMKM dan Ekonomi Bertumbuh"
Meski demikian, Agus mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Sukabumi.
"Tantangan yang masih menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak antara lain penguatan implementasi Kecamatan Layak Anak (Kelana) dan Desa/Kelurahan Layak Anak (Dekela) secara lebih merata di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi," katanya.
Menurutnya, luas wilayah Kabupaten Sukabumi serta jumlah kecamatan dan desa yang cukup besar menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program tersebut.
Baca Juga: PT KAI Jelaskan Kejadian 2 Perempuan Pengendara RX King Tertemper KA Pangrango di Benteng Sukabumi
"Mengingat luas wilayah dan jumlah kecamatan serta desa yang cukup besar, diperlukan komitmen dan sinergi seluruh pihak agar indikator pemenuhan hak dan perlindungan anak dapat terimplementasi secara optimal," pungkasnya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah