Sukabumi Update

Isu Ruang Kelas Terdampak KDMP Kebonpedes Dibantah, Pemdes: Yang Dibongkar Bekas Kantor

Gerai Koperasi Merah Putih Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi | Foto : Turangga Anom

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Desa Kebonpedes membantah isu yang menyebut pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lingkungan SDN Gunungbatu, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, menggunakan atau menghilangkan ruang kelas yang dipakai siswa untuk belajar.

Pantauan sukabumiupdate.com di lapangan pada Kamis pagi (11/6/2026), Koperasi Desa Merah Putih tersebut tampak sudah berdiri kokoh di lokasi yang dulunya merupakan halaman depan SDN Gunungbatu, meski demikian kegiatan pembangunan terlihat masih berlangsung.

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan, menegaskan bangunan yang digunakan untuk pembangunan KDMP bukan ruang kelas aktif, melainkan bangunan bekas kantor yang sudah lama tidak difungsikan.

"Yang dipakai KDMP bukan ruang kelas, tapi kantor yang sudah tidak terpakai. Pemerintah desa berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan melalui bidang aset dan sudah disepakati serta diakomodir untuk penghapusan aset bangunan yang sudah tidak terpakai," ujar Dadan kepada sukabumiupdate.com, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, lokasi pembangunan memang berada di atas tanah kas desa yang berada di lingkungan SDN Gunungbatu. Karena itu, sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah desa terlebih dahulu melakukan koordinasi dan musyawarah dengan berbagai pihak.

Baca Juga: DKUKM Sukabumi Dorong Digitalisasi UMKM Lewat Pelatihan Fotografi dan Videografi

"Kita pemerintah desa sebelum membangun KDMP mengadakan musyawarah dulu bersama pihak sekolah, komite, dan alhamdulillah kita sepakat, tidak ada keberatan," katanya.

Dadan menjelaskan tidak ada ruang belajar siswa yang dikurangi akibat pembangunan tersebut. Ia juga memastikan kegiatan belajar mengajar di SDN Gunungbatu tetap berjalan normal.

"Kalau dampak belajar tidak ada karena tidak ada sisi negatifnya. Yang dibangun juga bukan bangunan yang bisa merugikan siswa maupun masyarakat setempat," ucapnya.

Penjelasan serupa disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Gunungbatu, Khamelia Huda Yanti. Ia mengaku tidak mengetahui adanya ruang kelas yang dialihfungsikan untuk pembangunan KDMP.

"Yang saya tahu itu hanya bekas saja dulu dan sudah tidak ada ruangan. Kebetulan saya juga baru pindahan dari kabupaten lain jadi saya juga baru mengetahui kondisi sebelumnya," kata Khamelia.

Ia menambahkan area yang kini menjadi lokasi KDMP sebelumnya merupakan bagian dari lapangan sekolah yang jarang digunakan secara optimal karena kondisi lahan yang cukup terjal.

Meski demikian, Khamelia berharap keberadaan KDMP dapat diiringi dukungan pemerintah desa terhadap pengembangan fasilitas sekolah. Salah satu kebutuhan yang telah disampaikan adalah pembangunan pagar lapangan dan gerbang sekolah.

"Kami punya lapang yang ingin diberikan pagar. Yang kedua ingin gerbang. Mudah-mudahan terealisasi karena kemarin sudah dijanjikan oleh kepala desa," ujarnya.

Baca Juga: Kecelakaan Truk di Karangtengah Cibadak: Maju Tabrak Motor dan Avanza, Mundur Senggol 2 Mobil

Selain itu, Dadan menyebut SDN Gunungbatu saat ini juga memperoleh bantuan rehabilitasi ruang kelas, yakni tiga ruang dari program CSR dan dua ruang dari APBD (melalui) Dinas Pendidikan.

"Kalau pembangunan untuk SDN Gunungbatu ada rehab tiga kelas dari CSR dan rehab dua kelas dari APBD Dinas Pendidikan," pungkasnya.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT