SUKABUMIUPDATE.com – Dua perempuan korban kecelakaan antara sepeda motor dan Kereta Api (KA) Pangrango di perlintasan rel Benteng, Kota Sukabumi, sempat mendapatkan penanganan intensif dari tim medis. Namun, kondisi keduanya yang sudah kritis saat tiba di rumah sakit membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.
Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Islam Assyifa Kota Sukabumi, Eva Tantika, mengatakan kedua korban datang dalam kondisi tidak sadar dengan luka berat akibat benturan keras.
Korban berinisial MA (26) tiba di IGD sekitar pukul 11.45 WIB. Saat diperiksa, korban mengalami penurunan kesadaran disertai pendarahan dari kepala dan telinga serta mengalami cedera di beberapa bagian tubuh.
"Tadi sekitar jam 11.45 dalam keadaan sudah tidak sadar, yang satu mengeluarkan darah dari kepala dan telinga, kemudian ada multiple injury. Itu yang usia 26," kata Eva kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Sementara korban lainnya, SR (16), juga datang dalam kondisi kritis. Selain mengalami penurunan kesadaran, korban diketahui menderita patah tulang akibat kecelakaan tersebut.
"Yang satu lagi sama ada penurunan kesadaran juga, tidak sadar, terdapat patah tulang juga," ujar Eva.
Baca Juga: 2 Perempuan Korban Tertemper KA Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia
Menurut Eva, kedua pasien langsung mendapatkan tindakan kegawatdaruratan setibanya di rumah sakit. Bahkan, dokter spesialis saraf turut dilibatkan untuk menangani cedera serius yang dialami para korban.
"Kami langsung melakukan penanganan kedaruratan. Dokter spesialis saraf juga turut menangani. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin," ungkapnya.
Meski berbagai tindakan medis telah dilakukan, kondisi salah satu korban terus memburuk. Korban mengalami penurunan saturasi oksigen, henti napas, hingga henti jantung sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
"Keadaannya terjadi penurunan, ada desaturasi, henti napas, ada henti jantung. Pasien dinyatakan meninggal yang usia 26 itu sekitar jam 13.52," jelas Eva.
Sementara korban lainnya dinyatakan meninggal dunia lebih dahulu pada pukul 12.42 WIB.
"Dua pasien ini akhirnya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia," tuturnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, kedua korban mengalami pola cedera yang hampir serupa, yakni luka berat di bagian kepala, lengan, dan kaki. Keduanya juga mengalami pendarahan dari mulut dan telinga akibat benturan keras.
"Luka di bagian kepala, lengan, kaki. Dua-duanya hampir sama, ada pendarahan dari mulut, telinga," beber Eva.
Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Indra Lesmana, mengatakan penyidik masih melakukan pendalaman terkait tujuan perjalanan kedua korban sebelum kecelakaan terjadi.
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait asal dan tujuan perjalanan korban sebelum kejadian," ujarnya.
Indra menuturkan, kecelakaan ini terjadi di perlintasan liar, Kampung Benteng Brunei, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.35 WIB. Sepeda motor Yamaha RX King yang dikendarai MA dan membonceng SR terserempet KA Pangrango Nomor 225A relasi Sukabumi–Bogor saat melintas di perlintasan tersebut.
Akibat benturan keras, kedua korban terpental sekitar 10 meter dan mengalami luka berat sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Editor : Denis Febrian