Sukabumi Update

Temuan Kasus TBC di Kota Sukabumi Capai 1.400 Orang

Kasus Tuberculosis (TBC) di wilayah Kota Sukabumi | Foto : Ilustrasi Pixabay

SUKABUMIUPDATE.com – Jumlah kasus Tuberculosis (TBC) yang ditemukan dan dilaporkan di wilayah Kota Sukabumi mengalami peningkatan. Berdasarkan pendataan yang dilakukan sejak awal tahun 2026, jumlah penderita TBC di Kota Sukabumi telah mencapai sekitar 1.400 orang.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Penanggulangan TBC yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi bersama Kementerian Kesehatan di Hotel Permata Hijau, Kamis (11/6/2026).

Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, mengatakan TBC masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan global yang memerlukan penanganan serius dan kolaborasi berbagai pihak. Karena sifatnya yang menular, upaya penemuan kasus dan pengobatan harus dilakukan secara maksimal.

“Penderita TBC di Kota Sukabumi saat ini mencapai sekitar 1.400 orang berdasarkan data yang kami himpun sejak awal tahun,” ujarnya saat membuka rakor yang dihadiri tenaga kesehatan dan mitra kerja lintas sektor.

Menurut Ida, keberhasilan penanganan TBC tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang ditemukan, tetapi juga dari jumlah pasien yang berhasil menyelesaikan pengobatan hingga sembuh. Ia menyebutkan, capaian keberhasilan pengobatan TBC pada 2025 masih berada di angka 76 persen.

Baca Juga: Bahas Pelatihan Kerja dan Pendidikan, Pengawasan DPRD Jabar Muhammad Jaenudin di Sindangpalay

“Proses pengobatan ini harus tuntas. Angka temuan sudah mencapai 90 persen, tetapi keberhasilan pengobatan masih di bawah itu. Karena itu diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang lebih kuat. Ketika ada warga yang putus pengobatan, harus segera dicatat dan dilaporkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinkes Kota Sukabumi akan terus mengoptimalkan upaya pengungkapan kasus TBC sekaligus memastikan seluruh pasien yang ditemukan mendapatkan pengobatan hingga selesai.

“Misalnya kami menargetkan 90 persen dari target sekitar 2.000 orang. Ketika ditemukan 90 persen, maka semuanya harus berhasil diobati,” tegas Ida.

Dalam rakor tersebut, berbagai langkah percepatan penanganan TBC juga dibahas. Mulai dari peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemeriksaan terhadap kontak erat penderita, hingga penguatan layanan diagnosis dan pengobatan di seluruh puskesmas serta fasilitas kesehatan.

Melalui sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, Dinkes Kota Sukabumi berharap angka penularan TBC dapat ditekan sekaligus meningkatkan tingkat keberhasilan pengobatan di masa mendatang.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT