Sukabumi Update

Milad ke-23, UMMI Luncurkan OVOD dan Perkuat Kolaborasi dengan Kemendes PDT

Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Milad ke-23 di Kampus UMMI pada Jumat (12/6/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com - Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Milad ke-23 di Kampus UMMI pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Transformasi Kampus Berdampak sebagai Penggerak Kemandirian Desa" tersebut berlangsung secara luring dengan dihadiri ratusan peserta serta disiarkan melalui kanal YouTube.

Sidang terbuka tersebut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D., jajaran pejabat daerah, pimpinan persyarikatan, dosen, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya.

Selain sidang senat dan orasi ilmiah, kegiatan juga diisi dengan peluncuran Program Inovasi UMMI untuk OVOD (One Village One Department) dan SATU UMMI, yakni sistem satu akun untuk berbagai fungsi dalam ekosistem pembelajaran UMMI. Pada kesempatan yang sama, UMMI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia sebagai penguatan kolaborasi pembangunan desa berbasis kampus.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia FIFA 15 Juni 2026, Jerman dan Belanda Main

Dalam laporannya, Rektor UMMI Dr. Reny Sukmawani, M.P. menyampaikan bahwa Milad ke-23 menjadi momentum akselerasi transformasi UMMI menuju kampus unggul dan berdampak.

“Tema ini bukan sekadar slogan. Tema ini adalah cerminan perjalanan, kerja keras, dan cita-cita besar seluruh keluarga besar UMMI,” ujar Reny.

Reny menjelaskan, UMMI saat ini memiliki 25 program studi pada jenjang diploma, sarjana, profesi, dan magister. Jumlah mahasiswa serta prestasi tingkat nasional maupun internasional terus mengalami peningkatan. UMMI juga memperluas internasionalisasi melalui program global classroom, joint degree, joint research, KKN internasional, magang internasional, pertukaran mahasiswa, hingga penerimaan mahasiswa asing.

Terkait mutu akademik, Reny menyebut pada Juni 2026 UMMI memperoleh tambahan tiga program studi berakreditasi Unggul serta berbagai pengakuan mutu dan sertifikasi, termasuk penerapan ISO 9001:2015 di unit-unit terkait.

Ia menegaskan bahwa semangat UMMI Bereputasi dan UMMI Berdampak diwujudkan melalui penguatan penelitian, hilirisasi riset, pengabdian kepada masyarakat, serta program OVOD (One Village One Department). Program tersebut menempatkan dosen dan mahasiswa sebagai pendamping strategis desa dalam memperkuat ketahanan pangan, BUMDes, lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan transformasi digital desa.

“Ilmu pengetahuan harus hadir di tengah masyarakat, menyelesaikan persoalan nyata, memberdayakan potensi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga,” tuturnya.

Baca Juga: Waspada! Hoaks Pendaftaran Beasiswa Gratis Mengatasnamakan Kemendikdasmen Beredar di Facebook

Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum. menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian UMMI dan optimisme terhadap langkah kampus tersebut menuju akreditasi perguruan tinggi unggul.

“Kalau dari hitungan matematis kami, mudah-mudahan tahun depan harusnya sudah bisa unggul,” ujarnya.

Di sisi lain, UMMI menunjukkan peningkatan penerimaan mahasiswa lebih dari 100 persen. Kondisi tersebut dinilai jarang terjadi di wilayah Jawa Barat dan Banten ketika banyak perguruan tinggi lain justru mengalami penurunan jumlah mahasiswa.

Lukman juga menyoroti kekuatan sumber daya manusia yang dimiliki UMMI, yakni 176 dosen, sekitar 62 dosen bergelar doktor, serta 16 lektor kepala yang menjadi modal percepatan menuju profesor sekaligus penguatan reputasi nasional maupun internasional.

Selain itu, kata dia, pemerintah turut memberikan dukungan kepada UMMI melalui hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dukungan terhadap program OVOD, serta penyaluran beasiswa KIP Kuliah bagi 762 mahasiswa UMMI.

Baca Juga: Siasati Anggaran Terbatas, Pemkab Sukabumi Lobi Bappenas Demi Kejar Target Perbaikan Jalan 2026

Dalam orasi ilmiahnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. mengucapkan selamat Milad ke-23 kepada UMMI dan menegaskan pentingnya desa sebagai penentu masa depan Indonesia.

“Desa sekarang memberikan harapan yang besar. Desa adalah subjek, bukan lagi objek pembangunan,” tegas Yandri.

Yandri memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi banyak negara ketika desa ditinggalkan penduduknya. Hal tersebut, menurut dia, sejalan dengan arah kebijakan nasional "membangun dari desa dan dari bawah" yang sejalan pula dengan semangat OVOD UMMI.

Menteri Desa juga menawarkan ruang kolaborasi konkret antara kementeriannya dengan UMMI melalui 12 Aksi Bangun Desa, pengembangan desa ekspor, penguatan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih, program desa bebas narkoba dan desa bebas sampah, hingga pengiriman pemuda dan lulusan desa ke luar negeri sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia desa.

Baca Juga: Dinas PU Sukabumi Fokus Tangani Jalan Rusak Prioritas, Target Tuntas September 2026

“Tinggal nanti desa mana yang mau kita bina bersama. Dananya dari kami, pendampingan dan supervisinya bisa dari kampus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yandri mendorong mahasiswa UMMI untuk melihat desa sebagai ruang kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja, bukan sekadar tempat asal yang harus ditinggalkan.

Sidang Terbuka Milad ke-23 tersebut menandai penguatan arah transformasi UMMI menuju kampus unggul, bereputasi, dan berdampak. Peluncuran program OVOD dan SATU UMMI, penandatanganan MoU dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta orasi ilmiah Menteri Desa menjadi penegasan bahwa UMMI ingin memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong kemandirian desa dan pembangunan masyarakat.(adv)

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT