Sukabumi Update

79 Peserta OSN SD di Sukabumi Terdampak Listrik Padam, Disdik Ajukan Ujian Ulang

Kadisdik Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena. (Sumber: SU/Turangga Anom)

SUKABUMIUPDATE.com - Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) agar pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SD bagi peserta yang terdampak pemadaman listrik dapat diulang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah peserta mengalami kendala saat pelaksanaan OSN akibat gangguan listrik di beberapa wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi hari ini sudah melakukan langkah dalam rangka mengajukan kepada pihak kementerian melalui Puspresnas. Tentunya untuk bisa diulang karena memang pada saat pelaksanaan ada beberapa wilayah khususnya di wilayah Sukabumi," ujar Deden, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Meriahkan Milad ke-23, Ribuan Peserta Ikuti Fun Walk, Fun Run, dan Fun Bike UMMI

Deden menyebut, dari 3.009 peserta OSN tingkat SD di Kabupaten Sukabumi, sekitar 79 peserta di sejumlah wilayah, seperti Cireunghas, Nyalindung, Sukaraja, Cisolok, Sukalarang, Gegerbitung, dan Kebonpedes, terdampak pemadaman listrik saat ujian berlangsung.

"Kurang lebih 79, itu di wilayah yang pada saat pelaksanaannya terjadi gangguan mati lampu," ujarnya.

Berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak PLN, pemadaman tersebut terjadi dalam rangka kegiatan pemeliharaan jaringan dan penyetabilan arus listrik di wilayah terdampak.

"Setelah dikomunikasikan dengan pihak PLN, ternyata memang ada program dalam rangka pemeliharaan, penyetabilan arus di wilayah seputaran tersebut dan itu sudah terprogram," katanya.

Menurut Deden, para peserta yang terdampak sangat berharap adanya kesempatan untuk mengikuti kembali OSN. Harapan tersebut muncul karena gangguan listrik terjadi ketika waktu ujian hampir berakhir.

"Mereka sangat berharap sekali untuk bisa dilakukan pengulangan. Karena kemarin itu informasi dari kepala sekolahnya bahwa hampir di detik-detik terakhir, 15 menit lagi menjelang akhir, di sesi tiganya itu kebetulan mati lampu," ungkapnya.

Baca Juga: Milad ke-23, UMMI Luncurkan OVOD dan Perkuat Kolaborasi dengan Kemendes PDT

Saat ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi masih menunggu keputusan dari Kemendikdasmen terkait usulan tersebut. Meski demikian, pihaknya telah menyampaikan permohonan agar peserta yang terdampak mendapatkan kesempatan mengikuti kembali pelaksanaan OSN.

"Pada prinsipnya kita sudah berikhtiar untuk melakukan permohonan untuk dapat diulang," kata Deden.

Selain mengajukan pengulangan OSN, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi juga mendorong sekolah-sekolah memiliki sumber energi cadangan untuk mengantisipasi gangguan listrik saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran maupun ujian berbasis digital.

"Memang bukan hanya OSN, juga ke depan sekolah harus mempunyai energi cadangan. Apalagi sekolah-sekolah yang hari ini sering terjadi di wilayah selatan, kita dorong ke depan supaya ada cadangan dari suplai listriknya," jelasnya.

Menurut Deden, upaya penyediaan energi alternatif sebenarnya telah mulai dilakukan melalui program panel surya di sejumlah sekolah, meski belum menjangkau seluruh wilayah.

"Bahkan kita sudah program melalui panel surya, tapi belum merata semua, terutama di daerah-daerah yang sering terjadi dampak listrik. Karena rata-rata di wilayah selatan itu dipengaruhi faktor alam dan bencana," tambahnya.

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia FIFA 15 Juni 2026, Jerman dan Belanda Main

Sebelumnya, pelaksanaan OSN tingkat SD di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi terganggu akibat pemadaman listrik yang terjadi saat ujian berlangsung. Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video seorang siswi SD Negeri Gandasoli, Kecamatan Cireunghas, bernama Nadia Putri Muda Paramita, menangis karena tidak dapat menyelesaikan ujian akibat listrik padam.

Menyusul kejadian tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi mengusulkan adanya pengulangan atau ujian susulan bagi peserta yang terdampak.(adv)

Editor : Asep Awaludin

Tags :
BERITA TERKAIT