Sukabumi Update

Antisipasi Kemarau, BPBD Sukabumi Pastikan Belum Ada Wilayah Terdampak Kekeringan

Foto ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau. | Foto: Unplash/Md. Hasanuzzaman Himel

SUKABUMIUPDATE.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi memastikan hingga pertengahan Juni 2026 belum ada wilayah yang dilaporkan terdampak kekeringan meski musim kemarau mulai berlangsung di sejumlah daerah di Jawa Barat.

Manajer Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan potensi bencana yang dapat muncul selama musim kemarau maupun masa pancaroba.

"Saat ini masih aman," kata Daeng kepada sukabumiupdate.com, Senin (15/6/2026).

Menurut Daeng, BPBD juga belum menerima laporan kekeringan maupun permohonan bantuan distribusi air bersih dari kecamatan atau Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK).

"Masih aman dan belum ada laporan dari P2BK," ujarnya.

Baca Juga: Waspada! Sukabumi Masuk Daftar Wilayah Terdampak Kemarau Lebih Kering dan Panjang di Jabar

Meski demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut sebagian wilayah Jawa Barat telah memasuki musim kemarau sejak Maret 2026 dasarian kedua.

Namun pada masa peralihan musim, potensi cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang masih dapat terjadi.

"Berdasarkan prakiraan BMKG, Jawa Barat diprediksi memasuki musim kemarau pada Maret 2026 dasarian II. Namun pada masa pancaroba masih berpotensi terjadi hujan dan angin kencang," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau pemerintah kecamatan, desa, serta instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, baik banjir, longsor, kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Daeng mengatakan sejumlah langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini, seperti membersihkan saluran drainase, normalisasi sungai, pembangunan dinding penahan tebing, penghijauan kawasan rawan longsor, hingga menyiapkan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang aman.

Selain itu, daerah yang mulai memasuki musim kemarau diminta meningkatkan sosialisasi terkait ancaman kekeringan dan karhutla kepada masyarakat.

"Bagi wilayah yang mengalami musim kemarau agar meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai peringatan dini bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan hingga tingkat desa dan kelurahan," katanya.

Baca Juga: Tes Sirine Tsunami di Palabuhanratu dan Loji, BPBD Sukabumi Pastikan Alat Berfungsi

BPBD juga mendorong penguatan infrastruktur pendukung mitigasi kekeringan, seperti pembangunan dan pemeliharaan embung, waduk, sumur bor, jaringan distribusi air bersih, serta rehabilitasi jaringan irigasi.

Pemantauan terhadap wilayah rawan kekeringan dan karhutla terus dilakukan agar potensi bencana dapat dideteksi lebih awal. Bahkan, jika diperlukan, pemerintah daerah dapat menyiapkan Pos Siaga Bencana di wilayah yang dianggap rawan.

"Apabila diperlukan, dapat menyiapkan Pos Siaga Bencana," ujar Daeng.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian kebencanaan di lingkungan masing-masing.

Untuk kebutuhan pelaporan dan penanganan darurat, masyarakat dapat menghubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi melalui nomor 0822-4614-5371 atau 0823-2155-3838.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT