SUKABUMIUPDATE.com - Seorang ibu dan dua orang anak warga Cidadap Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengkonsumsi susu MBG B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Terkait kondisi ini pengelola dapur SPPG 2 Cidadap sebagai penyedia menu memberikan penjelasan atas insiden dugaan keracunan yang dialami tiga warga Kampung Pamoyanan RT 01/17, Desa Cidadap tersebut.
Perwakilan Pengelola MBG dari mitra Dapur SPPG 2 Cidadap, Tedi Permana, menjelaskan bahwa pihaknya pertama kali menerima informasi mengenai dugaan keracunan tersebut pada sore hari dari kader setempat.
"Kalau tidak salah sekitar jam 4 sore, dapat informasi dari kader langsung, bahwa ada terindikasi keracunan susu. Saat itu saya sedang berada di Bantargadung dan langsung menuju lokasi bersama dokter Egi untuk memastikan kondisi penerima manfaat," ujar Tedi, saat ditemui pada Sabtu (20/6/2026).
Setibanya di lokasi, Tedi mendapat informasi bahwa warga yang sempat mengalami keluhan telah dibawa ke rumah sakit. Namun ketika dilakukan pengecekan lanjutan, ketiganya sudah berada di rumah dalam kondisi membaik.
"Kemudian kami ke lapangan pada saat itu, betul katanya sudah dilarikan ke rumah sakit. Tapi saat itu sudah ada posisi di rumah semua, dalam keadaan sehat walafiat," ucap Tedi.
Menurut Tedi, berdasarkan penjelasan dokter yang mendampinginya, susu tersebut sempat diminum pada malam hari dan tidak dihabiskan, kemudian dikonsumsi kembali keesokan paginya.
Baca Juga: Mati Lampu Berlanjut, Minta Maaf! Dirut PLN Ungkap Pemicu Pemadaman Listrik Pulau Jawa
"Kemudian saya pastikan kembali meminta Pak Dokter Egi, untuk diperiksa kembali keadaannya. Dia (Dokter Edi) sampaikan, "Aman, Pak." Kemudian saya bertanya, "Pak Egi, apa indikasinya?" "Kemungkinan besar," kata beliau, "itu salah cara meminumnya aja. Mungkin saja, setelah saya tanya-tanya, ternyata beliau tuh salah. Jam malam itu diminum sedikit, paginya diminum kembali," tuturnya.
"Ya, mungkin itu cara konsumsi saja yang salah itu. Jadi, mereka tidak kurangnya edukasi. Mungkin saya pribadi tidak tahu, kalau Cimory itu diminumnya harus habis dalam jangka waktu kurang lebih 3 sampai 5 jam, katanya, kata dokter," tambahnya.
Meski demikian, Tedi menegaskan pihaknya tetap bertanggung jawab dan memberikan pendampingan kepada keluarga yang terdampak. "Tapi sebagai bentuk pertanggungjawaban kami, tetap kami bertanggung jawab, apa pun bentuknya. Kami kasih uang kadeudeuh, kemudian kami kasih obat sesuai arahan dari Pak Dokter," ungkapnya.
Baca Juga: Telusuri Kelalaian? Tim Identifikasi Polres Sukabumi Olah TKP KA Pangrango Tabrak Truk di Cibadak
Tedi juga menyebut hingga saat ini kondisi keluarga yang sempat diduga mengalami keracunan sudah berangsur pulih. Informasi tersebut diperoleh dari hasil pemantauan yang dilakukan aparat setempat.
"Malam tadi, pun Pak Babinkamtibmas memastikan pada saat Jam 10 atau jam 11, beliau datang ke lapangan memastikan keluarga yang terindikasi tersebut. Ternyata kata Pak Babinkamtibmas aman dan kondusif," kata Tedi.
Terkait kualitas produk susu yang didistribusikan, Tedi memastikan seluruh produk telah melalui proses pemeriksaan sebelum dibagikan kepada penerima manfaat. Bahkan, susu yang dianggap mencurigakan tidak ikut disalurkan.
Baca Juga: 2 Tongkang Batu Bara Karam di Selatan Jabar, Ditengah Upaya Stop Pemadaman Listrik Bergilir
"Ahli gizi beliau, kan hanya memastikan labelnya saja. Kami datang barang, sortir, memastikan barang tersebut tersegel atau tidak. Kemarin, kejadian ada satu lima susu yang terindikasi agak mencurigakan. Engga kami distribusikan langsung diretur dan dikembalikan," kata Tedi.
Menyikapi kejadian tersebut, Tedi mengaku akan melakukan evaluasi dan memperkuat edukasi kepada para penerima manfaat mengenai tata cara penyimpanan dan konsumsi susu kemasan yang benar.
"Ke depan kami akan lebih intensif memberikan edukasi kepada penerima manfaat agar memahami cara konsumsi yang baik dan benar, sehingga kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Baca Juga: Kabar Duka, Cuk Nugroho 'Saep Copet' Preman Pensiun Meninggal Dunia
Sekeluarga Muntah-muntah
Tiga warga Kampung Pamoyanan RT 01/17, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi susu kemasan dari paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa terjadi Jumat 19 Juni 2026 menimpa Resa (22), M (11), dan A (4) yang merupakan satu keluarga. Mereka mengeluhkan gejala berupa mual, muntah, pusing, hingga diare setelah mengkonsumsi susu yang didistribusikan oleh Dapur SPPG 2 Cidadap untuk kelompok sasaran B3 (Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita).
Camat Simpenan Supendi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, susu kemasan itu merupakan bagian dari paket MBG yang disalurkan pada Kamis 18 Juni 2026.
Editor : Fitriansyah