Sukabumi Update

Tragedi Ayah dan Anak Tenggelam di Pangumbahan Sukabumi, Asuransi Wisatawan Disorot

Kepala Konservasi Penyu Pangumbahan, Mahardika Zarhan | Foto : Ragil Gilang

SUKABUMIUPDATE.com – Tragedi tenggelamnya seorang ayah dan anak di Muara Cipanarikan, Pantai Pasir Putih, kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kembali memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan wisatawan. Selain pengawasan di kawasan pantai, keberadaan perlindungan asuransi bagi pengunjung kini menjadi perhatian publik.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2026) sore. Hingga Sabtu (20/6/2026), tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad sang ayah sekitar pukul 08.00 WIB. Sementara itu, anak laki-lakinya masih dalam proses pencarian.

Kepala Konservasi Penyu Pangumbahan, Mahardika Zarhan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa wisatawan asal Bogor tersebut. Ia mengatakan, pihak pengelola sejak awal telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban, mulai dari proses pencarian hingga dukungan psikologis.

"Pertama, kami sebagai pengelola Konservasi Penyu Pangumbahan mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi pada Jumat sore kemarin, di mana ayah dan anaknya tenggelam di Muara Cipanarikan-Pantai Pasir Putih. Tadi pagi ayahnya sudah ditemukan oleh tim SAR gabungan sekitar pukul 08.00 WIB. Mudah-mudahan anaknya segera ditemukan juga," ujar Mahardika kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (20/6/2026).

Baca Juga: Talaga Warna yang Jarang Diketahui, Permata Tersembunyi di Selatan Sukabumi

Menurutnya, pengelola juga memberikan dukungan maksimal kepada keluarga korban, termasuk pendampingan psikologis kepada istri korban yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

"Kami ikut bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan memberikan dukungan maksimal. Kami juga melakukan pendampingan psikologis kepada istrinya saat kejadian berlangsung," katanya.

Selain itu, selama proses pencarian berlangsung, pihak konservasi memfasilitasi keluarga korban dengan tempat menginap di cottage yang berada di kawasan konservasi agar dapat mengikuti perkembangan pencarian dengan lebih mudah.

"Selama pencarian korban, kami juga memfasilitasi keluarga korban untuk menginap di cottage agar lebih mudah mengikuti perkembangan proses pencarian," tambahnya.

Di balik tragedi tersebut, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai perlindungan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan konservasi. Pengunjung diketahui membayar retribusi masuk sesuai Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2023, yakni Rp10 ribu untuk orang dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak.

Mahardika mengakui bahwa tarif tiket masuk yang berlaku saat ini belum mencakup perlindungan asuransi bagi pengunjung. Karena itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat untuk melakukan penyesuaian skema tiket.

"Kaitan dengan asuransi, kami sudah berkoordinasi dengan BPKAD dan Bapenda Provinsi terkait penyesuaian tiket. Karena selama ini harga tiket yang diatur dalam perda memang belum termasuk asuransi. Saat ini kami juga sedang mencari vendor atau perusahaan asuransi yang nantinya bisa bekerja sama untuk memberikan layanan perlindungan bagi pengunjung konservasi penyu," jelasnya.

Ia menegaskan, penyediaan asuransi wisata kini menjadi salah satu prioritas pengelola sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan yang datang ke kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan.

"Ini sudah menjadi prioritas kami agar wisatawan merasa lebih aman dan nyaman saat berkunjung ke kawasan konservasi," ucapnya.

Baca Juga: Jelang Belanda vs Swedia, Frenkie de Jong Diragukan Tampil

Selain asuransi, Mahardika memastikan petugas di lapangan selama ini telah disiagakan untuk melakukan pengawasan dan memberikan imbauan kepada pengunjung, khususnya di titik-titik pantai yang memiliki potensi bahaya.

"Selama ini petugas di lapangan selalu siap siaga dan terus mengingatkan pengunjung agar memperhatikan keselamatan saat berada di kawasan pantai," pungkasnya.

Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban kedua yang belum ditemukan. Tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa selain keindahan alam, aspek keselamatan dan perlindungan melalui asuransi wisata perlu menjadi bagian dari pengelolaan destinasi wisata, terutama di kawasan yang memiliki risiko tinggi seperti pantai dan muara.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT