Sukabumi Update

Pondok Pesantren Modern Al Umanaa Gelar Tasyakuran Kelulusan Santri Akhir TA 2025/2026

Tasyakuran Kelulusan Santri Akhir T.P. 2025/2026 SMA Al Umanaa Boarding School, Pondok Pesantren Modern Al Umanaa. (Sumber : SU).

SUKABUMIUPDATE.com – Pondok Pesantren Modern Al Umanaa menggelar Tasyakuran Kelulusan Santri Akhir Tahun Pelajaran 2025/2026 bagi siswa kelas XII SMA Al Umanaa Boarding School dan santri pengabdian, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, Jalan Pelabuhan II, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Acara yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Para santri yang resmi dilantik sebagai wisudawan dan wisudawati, terdiri dari 41 santri putra dan 28 santri putri. Kelulusan tersebut menjadi penanda keberhasilan para santri setelah menyelesaikan pendidikan di lingkungan pesantren.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Al Umanaa, sambutan-sambutan, pengumuman delapan santri akhir terbaik, apresiasi bagi santri pengabdian, pelantikan wisudawan dan wisudawati, hingga pembekalan dari Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa.

Kegiatan tersebut dihadiri para guru, asatidz, orang tua santri, serta sejumlah tamu undangan. Hadir di antaranya Camat Gunungguruh Kusyana, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi Andi Suwandi, Pembina Yayasan Al Umanaa Dra. Gustinaningsih, M.Pd., Ketua Umum Yayasan Al Umanaa Ustaz H. Mahdi Karim, S.T., Kepala Desa Kebonmanggu Rasnita, Pengawas Pembina SMA KCD Wilayah V Jawa Barat Dike Mariske, M.P.Kim., serta Pengurus Majelis Pondok Pesantren Modern Al Umanaa Dinul Atik, S.E. dan Kolonel (Purn) TNI H. Kusumo Hargono.

Baca Juga: Pengusaha Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Desak Kepastian Usai Moratorium Dapur MBG

Kepala SMA Al Umanaa Boarding School, Amalia Dianah, M.Si., memimpin langsung prosesi tasyakuran kelulusan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Al Umanaa.

Menurut Amalia, momen kelulusan ini merupakan hasil dari ikhtiar panjang yang telah dilakukan bersama. Ia menilai para santri tidak hanya tumbuh dan berjuang selama menempuh pendidikan di pesantren, tetapi juga berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan.

"Terima kasih kepada ayah dan bunda. Hari ini adalah hari panen dari ikhtiar yang telah dilakukan selama ini. Mereka bertumbuh dan berjuang bersama di Al Umanaa. Angkatan ini juga menjadi angkatan pertama yang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan capaian nilai di atas rata-rata pada mata pelajaran yang diikuti para santri," ujarnya dalam sambutan.

Amalia menambahkan, para santri tidak hanya menunjukkan prestasi akademik, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang berkarakter. Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih luas untuk mengembangkan diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Tahap 1 Resmi Ditutup, Ini Jadwal Daftar Ulang dan Pembukaan Tahap 2

"Teruslah belajar, bermanfaat, dan mengabdikan diri bagi umat dan bangsa. Selamat kepada wisudawan dan wisudawati Tahun Pelajaran 2025/2026. Kalian tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keseimbangan dalam kehidupan," katanya.

Dalam pidato perwakilan santri akhir, Muhammad Raushan Fikri Arif menyampaikan bahwa perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di Al Umanaa telah memberikan banyak pelajaran hidup.

Ia mengatakan para santri datang sebagai anak-anak biasa, namun proses pendidikan di pesantren membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih matang. Menurutnya, kehidupan di pesantren tidak selalu tentang kenyamanan, melainkan tentang proses pembelajaran, perjuangan, dan pembentukan karakter.

"Kami belajar bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Di Al Umanaa, kami belajar memahami kehidupan dan dipersiapkan untuk menjadi bagian dari peradaban," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan santri pengabdian (Sabda 25), Putri Najwah Lubis, menuturkan bahwa masa pengabdian selama satu tahun menjadi pengalaman berharga dalam membentuk rasa tanggung jawab dan kedewasaan.

Baca Juga: BBM B50 Berlaku Mulai 1 Juli 2026, Bahan Bakar Campuran Solar dan Minyak Sawit

Menurutnya, tanggung jawab merupakan pondasi penting dalam kehidupan seseorang. Melalui pengabdian, para santri belajar memimpin, berkontribusi kepada masyarakat, serta menjadi pribadi yang membanggakan orang tua.

“Perjalanan ini milik kita semua, akar lah yang menentukan dan 1 tahun pengabdian membentuk kami menjadi anak sholeh dan menjadi anak yang mebanggakan dan menjadi impian ayah bunda,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Pondok Pesantren Modern Al Umanaa, KH. Mindjali AS, mengatakan bahwa Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni pelepasan santri atau penyerahan ijazah, melainkan momentum syukur atas selesainya satu tahapan pendidikan sekaligus awal perjalanan baru yang penuh tantangan.

"Hari ini bukan sekadar acara pelepasan santri atau penyerahan ijazah. Hari ini adalah momentum syukur atas selesainya satu tahapan pendidikan, sekaligus awal dari perjalanan yang lebih luas dan penuh tantangan," katanya.

Ia menambahkan, selama menempuh pendidikan di Al Umanaa, para santri tidak hanya dibekali ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga ditempa untuk memiliki karakter kepemimpinan dan nilai-nilai keislaman yang kuat.

Baca Juga: Resep Ikan Kembung Bakar Sambal Colo-Colo, Menu Pedas Gurih untuk Teman Akhir Pekan

"Kami berharap para lulusan tumbuh menjadi pribadi yang sehat jasmani, kuat mental, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman," ujarnya.

Mindjali juga berpesan agar para lulusan terus melangkah dengan iman sebagai fondasi, akhlak sebagai identitas, ilmu sebagai bekal, keterampilan sebagai kekuatan, dan kesehatan sebagai penopang perjuangan.

Pada kesempatan yang sama, Pembina Yayasan Al Umanaa, Dra. Gustinaningsih, M.Pd., mengatakan para santri telah belajar memiliki visi besar dan semangat perjuangan melalui kebersamaan selama berada di lingkungan pesantren.

Menurutnya, program pengabdian selama satu tahun menjadi proses percepatan pembentukan kedewasaan, kepemimpinan, dan kontribusi para santri kepada umat.

Lalu salah satu orang tua santri Fifi,  mengaku merasakan banyak perubahan positif pada putranya bernama Yumma Mahendra Ramdhan wisudawan yang berprestasi di bidang olahraga setelah menempuh pendidikan di Al Umanaa.

Ia menilai pesantren tersebut berhasil membentuk karakter sekaligus meningkatkan prestasi santri melalui pembinaan yang dilakukan para ustaz dan ustazah.

"Al Umanaa memberikan perubahan yang sangat baik. Prestasi anak berkembang, karakternya juga terbentuk. Kami melihat lulusan dari sini memiliki kualitas yang baik dan membanggakan," ungkapnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT