SUKABUMIUPDATE.com – Pihak kepolisian mengungkap kronologi tenggelamnya seorang wisatawan di objek wisata Curug Larangan, Kampung Cisaar, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/6/2026).
Korban diketahui berinisial DS (31 tahun), warga Kampung Sawah Garung, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Korban ditemukan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang saat bermain air di kawasan curug tersebut.
Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja mengatakan, peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika korban bersama sejumlah rekannya tiba di area parkir Curug Larangan menggunakan satu unit mobil pikap. Setelah itu, mereka masuk ke kawasan wisata dan bermain air di sekitar air terjun.
"Pada sekitar pukul 14.20 WIB, rekan-rekan korban menyadari korban sudah tidak berada bersama mereka. Mereka kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi, namun korban belum ditemukan," ujar AKP Deni Miharja kepada Sukabumiupdate.com, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: Diduga Selingkuh dengan Pria Lain di Penginapan Jampangkulon, Istri Digerebek Suami
Karena korban tak kunjung ditemukan, sekitar pukul 15.00 WIB, rekan-rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pengelola objek wisata. Pengelola bersama warga dan petugas kemudian melakukan pencarian.
Setelah upaya pencarian berlangsung selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 16.00 WIB di dasar pusaran air Curug Larangan dengan kedalaman sekitar lima meter.
"Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan tengkurap di dasar pusaran air dan sudah meninggal dunia," ungkapnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, polisi menduga korban mengalami kram saat berada di area pusaran air sehingga tidak mampu menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam.
"Diduga korban mengalami kram ketika bermain di area pusaran air Curug Larangan, sehingga tidak dapat berenang dan tenggelam," jelas AKP Deni.
Usai dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan kendaraan pikap milik rekan korban untuk dilakukan proses pemulasaraan.
Baca Juga: Ayep Zaki Komitmen Kawal Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Jadi Dasar Pembangunan
Dalam penanganan peristiwa tersebut, pihak kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan sejumlah langkah, mulai dari menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, membantu proses pencarian dan evakuasi korban, memberikan imbauan kepada pengunjung dan pengelola wisata, hingga melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk kepentingan laporan.
Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir dari Allah SWT. Keluarga juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Girimukti, pengelola wisata, serta seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga mengantarkan korban ke rumah duka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata alam, terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan pusaran air yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Editor : Asep Awaludin