Sukabumi Update

Jabar Targetkan Zero New Stunting, Dinkes Sukabumi Perkuat Data hingga Tingkat Posyandu

Rakor Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jawa Barat bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, pada Senin (22/6/2026). (Sumber : dok dinkes kabupaten Sukabumi.).

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan tidak ada lagi kasus stunting baru atau zero new stunting. Target tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat koordinasi yang diikuti seluruh Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Jawa Barat bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, pada Senin (22/6/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengatakan rapat tersebut menekankan pentingnya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan ilmiah dan berbasis data.

"Pak Sekda ingin stunting di Jawa Barat turun, bahkan zero new stunting. Jangan sampai ada bayi yang lahir dalam kondisi stunting. Sementara yang sudah mengalami stunting harus diupayakan turun secara signifikan," kata Masykur, pada Sukabumiupdate.com, pada Selasa (23/6/2026).

Baca Juga: Geger 100 Titik Dapur MBG Diduga Fiktif di Cilacap: Ada di Tengah Hutan, Sawah, dan Kuburan

Menurutnya, terdapat tiga strategi utama yang ditekankan Pemprov Jawa Barat. Pertama, pendekatan saintifik atau berdasarkan data sasaran yang akurat. Kedua, menetapkan target progresif, seperti menargetkan nol kematian ibu. Ketiga, upaya yang dilakukan harus berulang dan berkesinambungan melalui edukasi kepada masyarakat.

"Misalnya edukasi minum tablet tambah darah atau persalinan di fasilitas kesehatan harus dilakukan terus menerus," ujarnya.

Dinkes Kabupaten Sukabumi sendiri tengah memperkuat sistem pendataan melalui inovasi Sistem Informasi Posyandu yang Terintegrasi (siPASTI). Melalui sistem tersebut, data dari Posyandu akan langsung terhubung ke desa, Puskesmas hingga Dinas Kesehatan.

"Kami ingin tidak ada satu pun sasaran yang tidak terdata. Prinsipnya no one left behind. Kalau datanya sudah bagus, nanti saat provinsi meminta data stunting per desa, kami tinggal membuka aplikasi," jelasnya.

Baca Juga: HOAKS: Program Bantuan BBM Gratis 2026 dari Pemerintah

Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga berencana menyalurkan bantuan melalui program CSR berupa makanan tambahan untuk ibu hamil dan bayi berisiko stunting. Data penerima bantuan akan bersumber dari data real time yang disiapkan setiap desa.

"Dengan data yang sudah kami kirimkan, mudah-mudahan ibu hamil dapat dijaga agar tidak melahirkan anak stunting, dan bayi stunting usia di bawah 24 bulan bisa cepat diintervensi," pungkasnya. (adv)

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT