Sukabumi Update

Siswi SD di Warungkiara Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual 3 Pelajar, Keluarga Minta Pelaku Diproses

Ruang Pemeriksaan Khusus (Anak dan Perempuan) Polres Sukabumi. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com – Seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar (SD) asal Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh tiga orang pelajar. Dua diantaranya pelajar SD dan satu terduga lainnya merupakan pelajar SMP.

Ayah korban, I (57), menuturkan bahwa peristiwa yang dialami putrinya terjadi pada Kamis (18/6/2026) setelah korban menonton acara samenan di sekitar sekolahnya.

Berdasarkan cerita yang disampaikan korban kepada ibunya, korban diduga diajak oleh salah seorang terduga pelaku yang masih duduk di bangku SMP ke area perkebunan yang sepi.

"Informasi dari anak saya yang diceritakan ke ibunya, yang ngajaknya ini anak SMP, dikasih duit. Main aja berempat dibawa ke kebun (lalu dirudapaksa)," ujar I saat ditemui di Mapolres Sukabumi, Selasa (23/6/2026).

Kasus tersebut kemudian baru terungkap setelah korban mengadu kepada ibunya sambil menangis. Beberapa hari kemudian, kondisi korban menurun dan mengalami demam tinggi.

"Menjelang hari Senin badannya demam tinggi. Awalnya ibunya mengira bercanda karena masih anak kecil. Ternyata setelah diperiksa, kondisinya trauma," ungkapnya.

Keluarga sempat membawa korban ke bidan desa dan puskesmas sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi pada Senin (22/6/2026), dengan didampingi jajaran Polsek setempat.

Meski para terduga pelaku masih berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), keluarga berharap proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Harapan saya ingin ditangani sampai tuntas, supaya anak-anak ini ada efek jera," kata I.

Akibat peristiwa tersebut, korban untuk sementara tidak bersekolah guna menghindari potensi perundungan dari lingkungan sekitar.

Hingga Selasa (23/6/2026), pihak Satreskrim maupun Humas Polres Sukabumi belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dugaan kekerasan seksual tersebut. Upaya konfirmasi melalui aplikasi perpesanan juga belum mendapat respons.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT