Sukabumi Update

Warga Pesisir Soroti 25 Tahun Dermaga Mangrak, Syukuran Hari Nelayan Cisolok ke-29

Parade seni budaya di syukuran hari nelayan Cisolok Sukabumi ke 29 (Sumber : sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Syukuran Hari Nelayan Cisolok ke-29 berlangsung meriah pada Rabu (24/6/2026). Meski dipersiapkan secara mendadak dan di tengah keterbatasan anggaran, perayaan tahunan masyarakat pesisir ini tetap berjalan semarak dengan berbagai prosesi budaya dan kegiatan keagamaan. Dermaga dan regulasi benur atau benih lobster menjadi dua catatan penting warga pesisir cisolok di hari penting ini.

Ketua Umum Hari Nelayan Cisolok, Juli Kusworo, mengatakan kepanitiaan baru terbentuk sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan. Kondisi tersebut terjadi lantaran adanya dorongan dari para nelayan dan tokoh masyarakat agar tradisi syukuran tetap digelar.

"Walaupun dalam kondisi darurat, akhirnya panitia dibentuk secara mendadak dengan persiapan sekitar satu bulan. Intinya kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur para nelayan. Nanti malam juga akan dilaksanakan istighosah sekaligus tabligh akbar," kata Juli.

Baca Juga: Tanggapi Isu Massa Bayaran, Panitia Aksi Peduli MBG di Sukabumi: Itu Settingan atau?

Di balik kemeriahan acara, para nelayan masih menyimpan harapan besar terhadap pembangunan dermaga Cisolok yang hingga kini belum juga tuntas setelah lebih dari 25 tahun. 

Menurut Juli, persoalan pembangunan dermaga telah disampaikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sukabumi maupun Provinsi Jawa Barat. Nelayan berharap adanya respons nyata dari pemerintah terhadap kebutuhan infrastruktur yang dinilai sangat penting bagi aktivitas melaut.

Selain persoalan dermaga, nelayan Cisolok juga mengeluhkan belum adanya kepastian regulasi terkait Benih Bening Lobster (BBL) atau benur. Juli menyebut nelayan kerap kebingungan karena di satu sisi tidak ada larangan tegas untuk menangkap benur, namun di sisi lain terdapat kasus penindakan hukum di lapangan.

Baca Juga: Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian dan Tentara Ada di Sawah

"Nelayan ingin ada aturan yang jelas dan berpihak kepada mereka. Jangan sampai regulasi terkesan menjebak. Karena persoalan benur ini menyangkut langsung kesejahteraan nelayan," ujarnya.

Ia mengungkapkan potensi benur di perairan Cisolok cukup tinggi, sehingga kejelasan regulasi menjadi harapan besar masyarakat pesisir setempat. Juli 

juga mengungkapkan keterbatasan dana menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan Hari Nelayan tahun ini. Bahkan untuk pertama kalinya, panitia meniadakan jamuan makan siang atau katering bagi para tamu dan pejabat. "Memang tidak ada prasmanan atau catering karena anggarannya tidak ada. Saya tidak mau memaksakan. Dengan kondisi terbatas seperti ini, saya yakin panitia masih harus nombok," ungkapnya.

Baca Juga: Bahaya untuk Makanan: Tukang Kue Putu Pakai Pipa Paralon Jangan Dibeli!

Ia mengatakan minimnya sponsor menjadi kendala lain. Berbeda dengan daerah pelabuhan besar yang memiliki banyak sumber dukungan, perayaan Hari Nelayan Cisolok lebih banyak mengandalkan swadaya masyarakat.

Bahkan, menurutnya, pelaksanaan syukuran yang selama ini dikenal sebagai Hari Nelayan Kecamatan Cisolok pada praktiknya masih bersifat lokal dan lebih banyak melibatkan masyarakat Kampung Pajagan Kulon dan Pajagan Wetan.

"Masih banyak nelayan yang memilih melaut saat acara berlangsung. Kita tidak bisa memaksa, semuanya kembali kepada kesadaran masing-masing," katanya.

Baca Juga: Otopsi Ungkap Kekerasan di Leher, Perempuan Warga Bogor Tewas di Hotel Sinar Rejeki Sukabumi

Juli juga mengungkapkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan nelayan masih tergolong rendah. Kendala utamanya adalah kemampuan membayar iuran secara mandiri setiap bulan.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengapresiasi panitia yang berhasil menyelenggarakan Syukuran Hari Nelayan ke-29 dengan meriah meskipun dalam kondisi berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah pelaksanaan Hari Nelayan tahun ini berjalan lancar dan cukup meriah. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, para donatur, relawan, masyarakat nelayan, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini," kata Okih.

Baca Juga: Lina Ruslinawati: Susu Sapi Perkuat Ketahanan Pangan Daerah Jawa Barat

Terkait pembangunan dermaga, Okih menyebut komunikasi antara DKP Kabupaten Sukabumi dan DKP Provinsi Jawa Barat terus dilakukan untuk mewujudkan dermaga Cisolok yang lebih ideal.

Menurutnya, dermaga Cisolok memiliki peran penting sebagai penyangga aktivitas nelayan dan memiliki kontribusi besar bagi sektor perikanan di wilayah selatan Sukabumi. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada progres yang positif dan kepastian dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat terkait pembenahan dermaga Cisolok," ujarnya.

Mengenai polemik benur, Okih berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan regulasi yang benar-benar berpihak kepada nelayan. Di sisi lain, pihak kecamatan bersama BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendorong peningkatan kepesertaan bagi nelayan. Beberapa waktu lalu, kartu BPJS Ketenagakerjaan telah dibagikan kepada sebagian nelayan melalui kerja sama dengan BPJS Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: Aksi Dukung MBG, Koordinator: Aspirasi Murni dari Berbagai unsur Masyarakat se-Sukabumi Raya

"Ke depan kami berupaya seluruh nelayan Cisolok memiliki akses BPJS Ketenagakerjaan. Ini penting untuk memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan," pungkasnya.

Editor : Fitriansyah

Tags :
BERITA TERKAIT