SUKABUMIUPDATE.com – Memasuki hari keenam pencarian, Tim SAR gabungan masih berupaya menemukan Tobi Efendi (12), remaja asal Kota Bogor yang hilang tenggelam di kawasan Muara Cipanarikan Pantai Pasir Putih, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Hingga Rabu (24/6/2026) pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan meski area pencarian terus diperluas ke sejumlah titik di pesisir selatan Sukabumi.
Korban diketahui merupakan warga Villa Bogor Indah Blok EE6 Nomor 05, RT 002/013, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Tobi dilaporkan hilang setelah terseret arus bersama ayahnya saat berenang di kawasan muara pada Jumat (19/6/2026).
Sementara itu, ayah korban, Ahmad Efendi (36), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 08.40 WIB. Jenazah ditemukan mengambang sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian sebelum dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Komandan Pos TNI AL Ujunggenteng, Lettu Laut (P) Andri Kurniawan, mengatakan operasi pencarian masih terus dilakukan sesuai prosedur pencarian dan pertolongan yang berlaku.
“Kami berupaya terus melakukan pencarian sesuai dengan SOP selama tujuh hari,” ujar Andri kepada sukabumiupdate.com, Rabu sore (24/6/2026).
Baca Juga: Terkendala Cuaca, Pencarian Hari Ke-4 Tobi di Muara Cipanarikan Sukabumi Masih Nihil
Menurut Andri, pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan. Tim menyisir sepanjang garis pantai serta wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban.
Area pencarian pun terus diperluas. Pada hari keenam operasi, tim melakukan penyisiran di perairan Ujunggenteng hingga kawasan Ombak Tujuh yang berada di perbatasan Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Ciemas. Selain itu, pencarian juga menjangkau Pantai Minajaya di Kecamatan Surade serta kawasan Pantai Cikepuh dan Pantai Sodong Parat di Kecamatan Ciemas.
“Cuaca hari ini normal, tidak ada kendala. Hanya arus bawah laut sangat kencang. Untuk sore menjelang malam, kami sudah menginstruksikan para nelayan yang melaut agar membantu melakukan pemantauan. Jika menemukan tanda-tanda korban, kami minta segera menginformasikannya kepada tim SAR,” katanya.
Baca Juga: Siswi SD di Warungkiara Diduga Alami Kekerasan Seksual di Dua Lokasi, Kini Trauma
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Jumat (19/6/2026) sore saat Ahmad Efendi bersama istri dan kedua anaknya berwisata di kawasan Pantai Pasir Putih dan Muara Sungai Cipanarikan.
Sebelum kejadian, Ahmad Efendi bersama putranya sempat berenang di kawasan muara yang berbatasan langsung dengan laut. Beberapa saat kemudian, keduanya diduga terseret arus kuat dan gelombang hingga terbawa ke tengah laut.
Menerima laporan kejadian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos TNI AL Ujunggenteng, Satpolairud, Polsek Ciracap, P2BK Ciracap, Satpol PP, Balawista, Rukun Nelayan, unsur kecamatan, serta sejumlah relawan langsung melakukan operasi pencarian.
Hingga hari keenam pencarian, seluruh unsur SAR masih berupaya maksimal menemukan korban dengan memperluas area penyisiran dan memperkuat koordinasi dengan nelayan yang beraktivitas di sepanjang pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.
Editor : Denis Febrian