SUKABUMIUPDATE.com – Seorang ibu Y, warga Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, mengaku sangat shok setelah mengetahui anak keduanya yang masih remaja berusia 15 tahun melahirkan seorang bayi, pada Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Sebagai orang tua, ia benar-benar tidak mengetahui bahwa putrinya selama ini tengah hamil.
Y menceritakan, awalnya, sang anak mengeluhkan sakit perut. Ia pun menganggap hal tersebut sebagai gangguan kesehatan biasa. Karena terus mengeluh, Y akhirnya membawa anaknya ke bidan terdekat untuk mendapat penanganan.
"Saya kira hanya sakit perut biasa, mungkin karena makan sambal atau faktor lain. Karena terus mengeluh sakit, akhirnya saya bawa ke bidan untuk diperiksa," ujar Y kepada sukabumiupdate.com.
Namun, setibanya di tempat bidan, keluarga dibuat terkejut setelah mendapat penjelasan bahwa anaknya yang masih kelas satu SMA tersebut ternyata sedang hamil dan sudah saatnya melahirkan.
"Kami benar-benar kaget. Baru saat itu tahu kalau anak saya ternyata hamil dan akan melahirkan," katanya. Tak lama kemudian, remaja tersebut melahirkan seorang bayi perempuan dalam kondisi selamat.
Baca Juga: Suami di Nagrak Sukabumi Pergoki Istri Bersama Pria Lain di Kontrakan, Ketua RT Jadi Saksi
Setelah persalinan, pihak keluarga mencoba mencari tahu siapa ayah dari bayi tersebut. Dari pengakuan sang anak, ayah bayi itu merupakan kekasihnya yang merupakan warga Kecamatan Ciracap.
Y mengatakan, berdasarkan cerita anaknya, pria tersebut sebelumnya sempat berjanji akan bertanggung jawab dan meminta agar hubungan mereka tidak diketahui orang tua.
"Anak saya bilang, laki-laki itu pernah berjanji akan bertanggung jawab dan meminta jangan memberitahukan kepada orang tua. Tapi kenyataannya setelah tahu hamil, hubungan mereka justru putus," ungkapnya.
Y kemudian berupaya menghubungi pria yang disebut sebagai ayah bayi tersebut melalui aplikasi WhatsApp. Namun, menurutnya, nomor yang dihubungi justru memblokir kontak keluarga.
"Kami mencoba menghubungi baik-baik untuk meminta pertanggungjawaban, tetapi nomor kami diblokir," katanya.
Tidak berhenti di situ, Y juga berusaha mencari nomor telepon keluarga pria tersebut. Komunikasi sempat terjalin dengan pihak keluarga, namun hingga kini belum ada solusi terkait persoalan yang dihadapi anaknya.
"Saya sudah berkomunikasi dengan keluarganya secara baik-baik. Namun sampai sekarang belum ada tanggung jawab ataupun solusi yang jelas," ujarnya.
Editor : Syamsul Hidayat