SUKABUMIUPDATE.com - Kondisi bangunan di SDN Cibeureum, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, memprihatinkan. Tiga ruang kelas rusak, bahkan dua diantaranya sudah ambruk sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dua ruang kelas, yakni kelas 1 dan kelas 2, telah ambruk sejak hampir satu setengah tahun lalu. Sementara itu, ruang kelas 3 mengalami kerusakan berat setelah bagian atapnya patah tahun lalu.
Akibat kerusakan tersebut, proses belajar mengajar harus dialihkan ke ruang guru kantor sekolah. Demi tetap memberikan pelayanan pendidikan kepada seluruh siswa, ruang kantor dipakai sebagai ruang kelas, sedangkan aktivitas administrasi sekolah dipindahkan ke ruangan lain yang tersedia.
Baca Juga: Tangis Bayi di Rumah Lapuk, Kisah Pilu Remaja Tegalbuleud yang Dikhianati Sopir Travel
Karena keterbatasan ruang, siswa kelas 2 terpaksa menjalani kegiatan belajar pada siang hari secara bergantian dengan kelas lainnya.
Wakil Ketua Komite SDN Cibeureum, Maeng, mengatakan kondisi bangunan yang rusak berat sangat berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar, termasuk pada penerimaan peserta didik baru.
"Orang tua tentu merasa khawatir menyekolahkan anaknya di sini karena takut bangunan yang rusak membahayakan keselamatan siswa. Kondisi ini juga berpengaruh terhadap penerimaan siswa baru," ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: Mimpi Mahal Kampus Negeri, 60 Ribu Calon Mahasiswa Lolos Penerimaan Pilih Mundur
Saat ini jumlah siswa di SDN Cibeureum mencapai 127 orang, belum termasuk calon peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengatakan kerusakan SDN Cibeureum telah masuk dalam daftar prioritas utama untuk penanganan.
"Itu sudah masuk prioritas utama. Kami juga meminta kepala sekolah segera memperbarui data di Dapodik sesuai kondisi kerusakan bangunan yang ada saat ini agar proses penanganannya dapat dipercepat," kata Deden.
Editor : Fitriansyah