SUKABUMIUPDATE.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Ade Suryaman menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pada Tahun Anggaran 2026 tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik maupun capaian pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ade Suryaman saat membuka kegiatan Akselerasi Urusan Daerah melalui Integrasi, Sinkronisasi, dan Inovasi (AUDISI) yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sukabumi di Bale Pangripta, Palabuhanratu, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan anggaran justru harus menjadi momentum bagi seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kreativitas dan menghadirkan berbagai inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan.
"Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menurunkan kinerja pelayanan publik. Efisiensi harus menjadi tantangan bagi kita untuk bekerja lebih cerdas, lebih taktis, dan tetap fokus pada pencapaian target pembangunan," ujar Ade.
Ia mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, menjaga integritas, serta memastikan setiap program dan kegiatan berjalan tepat sasaran.
Langkah tersebut dinilai penting agar visi Kabupaten Sukabumi yang Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah (Mubarakah) dapat terus diwujudkan meskipun di tengah tantangan fiskal yang ada.
"Kolaborasi, sinkronisasi program, dan inovasi menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, mengatakan kegiatan AUDISI menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Menurut Toha, forum tersebut juga menjadi sarana untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan program di tengah keterbatasan anggaran daerah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan kondisi fiskal yang ada, sehingga program yang dijalankan tetap efektif, efisien, dan tepat sasaran," ujarnya.
Editor : Denis Febrian