SUKABUMIUPDATE.com – Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), tepatnya di Desa Ginanjar, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa itu bermula dari pengalaman mencekam yang dialami dua remaja yang tengah memancing di sekitar lokasi pada Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat asyik memancing, keduanya mendengar suara seperti orang berdehem dari arah semak-semak.
Penasaran, mereka mencoba mendekati sumber suara. Namun bukannya menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan, keduanya justru dibuat ketakutan setelah melihat sesosok mayat tergeletak di pinggir aliran sungai. Mereka pun langsung berlari meninggalkan lokasi.
Baca Juga: Sanghyang Sirah, Tempat Sakral di Ujung Barat Pulau Jawa yang Sarat Legenda
Ketua RT 02/07 Kampung Lembur Pasir, Desa Ginanjar, Judin, mengatakan informasi tersebut baru sampai kepadanya pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB melalui Ketua RT di wilayah Cicukir.
"Anak-anak sedang memancing. Pas ada suara berdehem, dilihat ternyata mayat. Mereka langsung kabur. Ke saya laporannya baru malam sekitar jam sembilan," kata Judin kepada sukabumiupdate.com, Senin (29/6/2026).
Saat menerima laporan, Judin sedang berada di Palabuhanratu untuk menjenguk kerabatnya yang sakit. Karena informasi awal hanya berasal dari cerita dua remaja, ia meminta keponakannya memastikan kebenaran laporan tersebut keesokan harinya.
Benar saja. Pada Minggu (28/6/2026), keponakannya mendatangi lokasi dan memastikan bahwa yang ditemukan memang sesosok mayat. Saat itu kondisi jenazah sudah mulai membengkak.
Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada pemerintah desa, yang selanjutnya menghubungi kepolisian dan unsur terkait. Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Judin juga dimintai keterangan awal oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Truk Angkut 15 Ton Gula Terguling Tutup Jalan Lio Santa Sukabumi, Sopir dan Kernet Terluka
Evakuasi sekaligus pengecekan dilakukan pada Senin pagi. Tim gabungan berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dan baru tiba di lokasi dua jam kemudian setelah berjalan kaki menembus kawasan hutan TNGGP. Jenazah ditemukan sekitar tiga meter dari aliran sungai, di kawasan kaki Gunung Gede Pangrango.
Saat petugas tiba, kondisi mayat sudah jauh lebih memprihatinkan dibanding sehari sebelumnya.
"Baunya sangat menyengat. Dari jarak sekitar sepuluh meter saja sudah tidak kuat meski memakai masker. Sudah banyak belatung dan kondisi tubuhnya juga berubah," ujar Judin.
Karena kondisi jenazah yang telah membusuk parah dan sulit dievakuasi dari medan yang terjal, hasil musyawarah di lokasi memutuskan korban dimakamkan di sekitar tempat penemuan. Proses pemakaman melibatkan aparat desa, kecamatan, kepolisian, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan dari puskesmas, serta warga setempat.
Dari hasil pengamatan, korban diperkirakan berusia sekitar 55 tahun. Saat ditemukan, ia hanya mengenakan kaos abu-abu tanpa celana panjang. Di sekitar lokasi tidak ditemukan tas, dompet maupun dokumen identitas yang dapat mengungkap siapa dirinya.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN Kota Sukabumi Belum Cair, Ini Kata Sekda
Yang membuat penemuan ini semakin menyisakan tanda tanya, beberapa minggu sebelum mayat ditemukan, warga sempat melaporkan adanya seorang pria yang diduga mengalami gangguan ingatan dan mondar-mandir di kawasan tersebut. Namun ketika hendak dicari, pria itu sudah menghilang.
"Kalau ciri-cirinya memang mengarah ke orang yang sempat dilaporkan warga. Waktu dicek hari Minggu wajahnya masih terlihat keriput dan berjenggot cukup panjang. Tapi saat hari ini kondisinya sudah menghitam karena proses pembusukan," katanya.
Meski demikian, hingga kini identitas korban masih menjadi misteri. Judin memastikan tidak ada warga Desa Ginanjar yang dilaporkan hilang, sehingga kuat dugaan pria tersebut berasal dari luar daerah. Polisi masih berupaya mengungkap identitas korban dan penyebab pasti kematiannya.
Editor : Asep Awaludin