SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari 100 anak-anak dan 50 ibu mengikuti kegiatan Literasi Kebencanaan bertajuk "Aku Anak Tangguh, Siaga Bencana: Siap, Sigap, Selamat!" di Gedung Perpustakaan, Komplek Gelanggang Pemuda Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kabupaten Sukabumi itu merupakan kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA), dan Komunitas Ngobrol Manfaat. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak meningkatkan budaya literasi sekaligus memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak usia dini.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Dadang Rustandi, mengatakan perpustakaan saat ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar sepanjang hayat yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.
Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Luka Menalo, Winger Baru Persib Bandung Asal Bosnia-Herzegovina
"Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar sepanjang hayat yang mampu membangun karakter masyarakat yang literat, tangguh, serta siap menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana," ujar Dadang dalam sambutannya.
Menurut Dadang, Kabupaten Sukabumi merupakan daerah yang memiliki potensi berbagai jenis bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem hingga tsunami di wilayah pesisir. Kondisi tersebut menjadi alasan pentingnya edukasi kebencanaan dikenalkan sejak dini melalui pendekatan yang mudah dipahami oleh anak-anak maupun keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan materi mengenai pengenalan berbagai jenis bencana, langkah penyelamatan diri, pentingnya menjaga ketenangan saat kondisi darurat, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Materi disampaikan secara interaktif melalui permainan edukatif, diskusi, membaca bersama, hingga simulasi sederhana agar lebih mudah dipahami peserta.
Baca Juga: Toha Wildan Pensiun, Jabatan Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi Diisi Plt
Sementara itu, para ibu memperoleh penguatan mengenai pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya sadar bencana. Mereka diajak membiasakan diskusi mengenai mitigasi bencana di rumah, mengenalkan jalur evakuasi kepada anak, serta menyiapkan tas siaga keluarga sebagai salah satu langkah menghadapi kondisi darurat.
Dadang berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai wawasan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat dimulai dari lingkungan keluarga.
"Pengetahuan yang dimiliki diharapkan tidak hanya menjadi wawasan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu menciptakan generasi yang lebih tangguh, sigap, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat," katanya.
Baca Juga: Di Balik Perpanjangan Jabatan Sekda Sukabumi, Asep Japar Ungkap Alasannya
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias. Anak-anak aktif mengikuti berbagai permainan edukatif dan simulasi, sedangkan para ibu berdiskusi mengenai upaya membangun keluarga yang lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana.
Melalui kegiatan Literasi Kebencanaan tersebut, Diarpus Kabupaten Sukabumi berharap budaya literasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana, sehingga masyarakat memiliki bekal pengetahuan untuk menghadapi berbagai situasi darurat. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah