SUKABUMIUPDATE.com – Komitmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Memasuki musim kemarau, BPBD kembali bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air di Kecamatan Cibadak, Kamis (2/7/2026).
Bersama Relawan Rumah Zakat, BPBD mendistribusikan dua mobil tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter ke Kampung Lingkungansari RW 21, Kelurahan Cibadak, serta Kampung Cikiwul Tonggoh RT 02/RW 01, Desa Sekarwangi.
Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 315 kepala keluarga (KK) yang terdampak mengeringnya sumur akibat penghentian sementara aliran irigasi yang sedang diperbaiki.
Anggota Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Sukabumi, Imam Insani Kamal, mengatakan pendistribusian air bersih merupakan bentuk respons cepat BPBD terhadap laporan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Baca Juga: Kemarau dan Penutupan Irigasi Picu Kekeringan, 315 KK di Cibadak Kesulitan Air
"Hari ini alhamdulillah kami kembali mendistribusikan air bersih ke Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Ini kali kedua kami mengirimkan bantuan air bersih untuk warga yang terdampak kekeringan akibat irigasi yang sedang diperbaiki," ujarnya.
Menurut Imam, BPBD Kabupaten Sukabumi terus memantau perkembangan kondisi kekeringan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Berdasarkan laporan yang diterima, potensi kekeringan mulai muncul di sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Nagrak, Gegerbitung, Cidahu, dan beberapa kecamatan lainnya.
Karena itu, BPBD memastikan akan terus melakukan asesmen lapangan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selain distribusi air bersih, BPBD juga mengajak masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air mengingat musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung cukup panjang.
Baca Juga: Tersangka Baru Korupsi MBG: Brigjen Polri Jadi Makelar Ompreng, Kolonel TNI Terlibat Motor Listrik
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhemat menggunakan air karena kita sudah masuk musim kemarau yang diprediksi akan menjadi kemarau panjang," kata Imam.
Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, menjelaskan pendistribusian dilakukan setelah adanya laporan warga mengenai kekurangan air bersih.
Hasil pendataan menunjukkan sebanyak 150 KK di RW 21 Kelurahan Cibadak terdampak, sedangkan di Desa Sekarwangi terdapat 125 KK di RT 02/RW 01 dan sekitar 40 KK di RT 03/RW 01 yang mengalami kondisi serupa. Total penerima manfaat mencapai sekitar 315 KK.
Menurut Mawaldi, mengeringnya sumur warga dipicu berhentinya sementara aliran irigasi yang menjadi sumber resapan air tanah selama proses rehabilitasi saluran di wilayah Desa Karangtengah. Kondisi tersebut juga mulai berdampak terhadap lahan pertanian, perkebunan, dan kolam ikan milik masyarakat.
Ketua RW 21 Kelurahan Cibadak, Cucup, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BPBD Kabupaten Sukabumi yang kembali mengirimkan bantuan air bersih bagi warganya.
Baca Juga: 150 Peserta di Kabupaten Sukabumi Ikuti Literasi Kebencanaan, Belajar Mitigasi Sejak Dini
Ia menjelaskan, mayoritas warga di wilayahnya hanya mengandalkan sumur gali yang selama ini mendapatkan pasokan air dari resapan saluran irigasi. Ketika aliran irigasi dihentikan untuk perbaikan, sumur-sumur warga pun ikut mengering.
Bantuan air bersih dari BPBD menjadi solusi sementara yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga sanitasi.
Melalui langkah cepat tersebut, BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, termasuk kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah pada musim kemarau tahun ini. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa, relawan, dan berbagai pihak akan terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.(adv)
Editor : Asep Awaludin