SUKABUMIUPDATE.com - Komitmen menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat ditunjukkan melalui kolaborasi antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia, Nusa Putra University (NPU), Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Pada 2–3 Juli 2026, tim gabungan melaksanakan survei lapangan di wilayah pesisir Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, sebagai langkah awal pengembangan riset produksi garam sehat menggunakan teknologi Solar Still.
Kegiatan survei ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi dan pemantapan program riset yang sebelumnya dilaksanakan secara daring pada 30 Juni 2026. Survei dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi yang paling sesuai sebagai kawasan implementasi teknologi pengolahan garam berbasis energi surya yang diharapkan mampu menjadi solusi inovatif bagi masyarakat pesisir selatan Sukabumi.
Teknologi Solar Still merupakan metode pengolahan air laut dengan memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan garam yang lebih higienis, sehat, dan ramah lingkungan. Selain meningkatkan kualitas hasil produksi, teknologi ini juga dinilai memiliki potensi besar untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir melalui pengembangan industri garam berbasis teknologi tepat guna.
Baca Juga: Sempat Dirumorkan Gabung Persib Bandung, Osmar Loss Gantikan Jan Olde Riekerink di Dewa United ?
Periset BRIN, Dr. Ir. Dasep Hasbullah, S.P., M.Si., IPM, menjelaskan bahwa riset ini menjadi bagian dari upaya pengembangan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada hasil penelitian, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengembangan teknologi Solar Still merupakan salah satu bentuk inovasi yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah pesisir. Harapannya, teknologi ini mampu meningkatkan kualitas produksi garam sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi penelitian ini juga diperkuat oleh keterlibatan Prof. Dr. Ir. Yoyon Ahmudiarto, M.Sc., IPM, yang turut mendukung pengembangan aspek teknologi dan rekayasa sistem dalam implementasi Solar Still. Kehadiran para peneliti dari berbagai bidang keilmuan menunjukkan komitmen bersama dalam menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan daerah dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Selain itu, dukungan penuh terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA). Adi Gumbara, S.Pi., M.Si., bersama Irvan Avianto, S.Pi., M.Si., selaku Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, menilai bahwa pengembangan teknologi garam berbasis Solar Still sejalan dengan visi daerah dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Pantai Selatan Sukabumi Tetap Jadi Primadona, Sunset hingga Wisata Bahari Jadi Daya Tarik
Menurut mereka, wilayah pesisir selatan Sukabumi memiliki potensi sumber daya laut yang besar dan perlu didukung dengan pemanfaatan teknologi modern agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat setempat.
Sementara itu, keterlibatan Nusa Putra University dalam riset ini menjadi bukti nyata peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui penelitian terapan. Tim riset yang dipimpin oleh Ir. Anang Suryana, S.Pd., M.Si. selaku dosen Teknik Elektro Nusa Putra University melibatkan juga sejumlah akademisi dan peneliti lintas institusi, di antaranya Dian Permana, S.Pi., Ir. Paikun, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. selaku Direktur LPPM Nusa Putra University, serta Prof. Siva Kumar, dosen internasional Nusa Putra University asal India yang turut memberikan perspektif global dalam pengembangan teknologi pengolahan garam.
Melalui sinergi antara BRIN, Nusa Putra University, BAPPERIDA, Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, program riset ini diharapkan dapat menghasilkan model produksi garam yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Ke depan, hasil penelitian tersebut tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan kualitas garam nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir Sukabumi melalui pemanfaatan teknologi berbasis inovasi.
Baca Juga: Siap War! Berikut Harga Tiket World Tour KNOCK ON Vol.2 BOYNEXTDOOR di Jakarta
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan posisi Nusa Putra University sebagai perguruan tinggi yang terus berkontribusi dalam pengembangan riset aplikatif dan solusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat daerah, nasional, maupun global. (adv)
Editor : Syamsul Hidayat