Sukabumi Update

Pasca Insiden Bocah Tenggelam, Tepi Sungai Cicatih di Ciambar Akan Dipasang Pagar Pengaman

Pencarian bocah yang tenggelam di Sungai Cicatih, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jumat 3 Juli 2026. (Sumber : sukabumiupdate).

SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kecamatan Ciambar bersama unsur Forkopimcam akan melakukan pemasangan pagar pengaman di sekitar tepi Sungai Cicatih, yang berada di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi.

Langkah tersebut dilakukan setelah FA (5), bocah yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan meninggal dunia di aliran sungai tersebut pada Sabtu (4/7/2026).

Camat Ciambar, Heri, mengatakan meski suasana masih diselimuti duka, seluruh pihak bersyukur karena korban akhirnya berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

"Walau dalam suasana berduka, kita patut bersyukur karena korban sudah ditemukan. Tim pencarian dari berbagai relawan dan Basarnas berhasil menemukan korban sekitar satu kilometer dari lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian," kata Heri, kepada Sukabumiupdate.com.

Baca Juga: Usai Selamatkan Anak, Ibu di Palabuhanratu Sukabumi Tewas Terjebak Kebakaran

Setelah proses evakuasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. Menurut Heri, keluarga memutuskan tidak melanjutkan pemeriksaan autopsi karena meyakini peristiwa tersebut merupakan musibah.

Meski demikian, petugas kesehatan dari Puskesmas tetap melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka-luka pada tubuh korban yang diduga menjadi penyebab kematian.

"Kesimpulan sementara dari petugas kesehatan, korban meninggal akibat menghirup atau kemasukan air. Setelah itu keluarga menerima dan langsung melakukan pengurusan jenazah," ujarnya.

Baca Juga: Wisata Situ Janawi, Danau dengan Mata Air Jernih, Cek Harga Tiket, Lokasi, dan Daya Tariknya

Heri mengatakan suasana duka menyelimuti keluarga saat jenazah ditemukan. Namun, keluarga menerima kejadian tersebut sebagai takdir.

"Orang tua tentu sangat berduka. Tetapi keluarga tetap ikhlas menerima takdir yang ditentukan Allah SWT. Rasa sedih itu manusiawi, namun mereka berusaha menerima musibah ini," katanya.

Ia menjelaskan, sejak laporan kehilangan diterima pada Jumat (3/7/2026), pemerintah kecamatan langsung berkoordinasi dengan Polsek Nagrak, Koramil, pemerintah desa, Basarnas, BPBD, serta berbagai unsur relawan.

Baca Juga: Nobar Piala Dunia 2026 di Palabuhanratu Meriah, Iman Adinugraha Ajak Majukan Sepak Bola Sukabumi

Meski tidak ada saksi yang melihat korban terjatuh ke sungai, lokasi bermain korban yang berada di dekat aliran Sungai Cicatih membuat pencarian difokuskan ke area sungai dan bantaran.

"Alhamdulillah setelah Basarnas membagi tim pencarian di sungai dan tepi sungai, korban berhasil ditemukan," ucapnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kecamatan Ciambar telah meminta Pemerintah Desa Cibunarjaya bersama warga melaksanakan kerja bakti untuk memasang pagar pengaman di tepi sungai.

Baca Juga: Persib Bandung Datangkan Gakuto Notsuda, Eks Gelandang BG Pathum United dan Timnas Jepang

"Kami sudah meminta Pak Kades agar besok bersama warga melaksanakan gotong royong membuat pagar, minimal menggunakan bambu terlebih dahulu. Di lokasi itu banyak anak-anak yang sering bermain, sehingga perlu ada pengamanan agar kejadian seperti ini tidak terulang," tutur Heri.

Sementara itu, Kapolsek Nagrak IPTU Subit Sudrajat mengatakan sejak hari pertama pihak kepolisian bersama tim gabungan telah melakukan pencarian hingga akhirnya korban ditemukan sekitar pukul 13.34 WIB.

"Korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi awal. Setelah ditemukan, kami berkoordinasi dengan keluarga dan menawarkan kemungkinan autopsi. Namun keluarga meyakini ini merupakan musibah sehingga tidak meminta dilakukan autopsi," kata Subit.

Baca Juga: Pantai Selatan Sukabumi Tetap Jadi Primadona, Sunset hingga Wisata Bahari Jadi Daya Tarik

Meski autopsi tidak dilakukan, polisi tetap berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban terpeleset ke sungai saat bermain di sekitar lokasi. Namun, dugaan tersebut masih didasarkan pada hasil olah tempat kejadian perkara karena tidak ada saksi yang melihat langsung korban jatuh ke sungai.

"Kalau melihat dari lokasi bermain yang berdekatan dengan sungai, ada kemungkinan korban terpeleset. Tetapi karena tidak ada saksi yang melihat langsung, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan medis," ujarnya.

Kapolsek menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis sebagai bagian dari prosedur.

Baca Juga: BRIN dan Nusa Putra University Survei Pesisir Selatan Sukabumi, Siapkan Riset Produksi Garam

Ia juga mengungkapkan, Forkopimcam bersama pemerintah desa telah menyepakati kerja bakti untuk memasang pembatas di sekitar lokasi kejadian.

"Minimal lokasi itu akan dipasangi penghalang agar ada jarak antara jalan dengan sungai. Kami juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anak ketika bermain, terutama di dekat sungai atau lokasi yang berpotensi membahayakan," pungkasnya.

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT