SUKABUMIUPDATE.com – Aksi vandalisme kembali mencoreng fasilitas publik di Kabupaten Sukabumi. Kali ini, Taman Bappeda yang berada di Kompleks Perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, menjadi sasaran tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Pantauan di lokasi menunjukkan hampir seluruh dinding taman hingga bangunan pelengkap dipenuhi coretan dan tulisan. Pemandangan tersebut membuat wajah ruang terbuka hijau yang sebelumnya menjadi salah satu titik favorit masyarakat untuk bersantai saat siang hingga sore hari, kini tampak kumuh serta tidak terawat.
Kondisi itu memantik keprihatinan berbagai kalangan termasuk Ketua Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB), Firman Hidayat, yang menilai maraknya vandalisme menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap aset publik mulai melemah.
"Sangat prihatin sekali, kami melihat hampir seluruh dinding taman hingga bangunan pelengkap dipenuhi tulisan dan gambar hasil aksi tangan-tangan jahil. Ini sangat memprihatinkan," ujar Firman kepada Sukabumiupdate.com, pada Rabu (8/7/2026).
Baca Juga: Suguhkan Panorama Gunung, Dispar Sukabumi Kembangkan Desa Wisata Panenjoan Sampalan
Menurutnya, keberadaan coretan dengan berbagai bentuk dan tulisan telah menghilangkan fungsi estetika taman sebagai ruang terbuka hijau yang bersih, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.
"Coretan dengan berbagai bentuk dan tulisan membuat wajah taman tampak kumuh. Ini jauh dari kesan asri yang selama ini menjadi daya tarik ruang terbuka hijau," katanya.
Firman menduga aksi vandalisme semakin marak sejak tidak lagi ada petugas Polisi Taman (Poltam) yang rutin melakukan pengawasan di kawasan tersebut. Saat Poltam masih aktif, berbagai tindakan yang merusak fasilitas umum dinilai dapat diminimalisasi karena adanya pengawasan secara intensif.
"Saat Poltam masih bertugas, aksi vandalisme dan perilaku yang merusak fasilitas umum relatif dapat dicegah karena pengawasan dilakukan secara intensif," ungkapnya.
Baca Juga: Penyebab Truk Boks Terbalik di Tol Bocimi KM 54,5 Arah Sukabumi
Kini, lanjut Firman, tanpa adanya pengawasan yang memadai, taman seolah kehilangan penjaga. Oknum pelaku dengan leluasa mencorat-coret fasilitas umum tanpa memikirkan dampaknya terhadap keindahan lingkungan maupun anggaran pemerintah yang harus kembali dikeluarkan untuk memperbaiki kerusakan.
Ia menegaskan, pembangunan fasilitas publik tidak boleh berhenti hanya pada proses peresmian. Pemeliharaan dan pengawasan harus menjadi bagian penting agar aset yang dibangun menggunakan uang rakyat tetap terjaga dan dapat dinikmati masyarakat dalam jangka panjang.
"Taman Bappeda dibangun sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersantai, hingga menjadi tempat berkumpul keluarga. Keberadaan vandalisme justru menimbulkan kesan tidak terawat dan mengurangi kenyamanan pengunjung," tegasnya.
Baca Juga: Mulai 15 Juli, Kementan: Harga Ayam Hidup Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg
Firman juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari membersihkan seluruh coretan vandalisme, mengaktifkan kembali sistem pengawasan di kawasan taman, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum.
"Fasilitas publik adalah milik bersama. Menjaganya merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah," pungkasnya.
Editor : Ikbal Juliansyah