SUKABUMIUPDATE.com – Pelayanan distribusi air bersih Perumda Air Minum Tirta Jaya Mandiri (Perumdam TJM) Kabupaten Sukabumi kembali normal setelah perbaikan kebocoran pipa transmisi berdiameter 8 inci di wilayah Cidahu berhasil diselesaikan pada Rabu (8/7/2026) sore.
Sebelumnya, kebocoran pipa sempat mengganggu pasokan air bersih ke sejumlah wilayah pelayanan dan memengaruhi distribusi air bagi pelanggan di kawasan Cicurug, Parakansalak, serta wilayah lainnya yang terhubung dengan sumber Mata Air Cipanas.
Kepala Cabang Perumda AM TJM Cicurug, Rasdian Rasa, menjelaskan bahwa titik kebocoran berada di wilayah pelayanan Cabang Cidahu, tepatnya di jalur transmisi yang mengalirkan air dari Mata Air Cipanas.
"Sudah selesai, itu sebetulnya masuk ke wilayah Cabang Cidahu. Sumbernya dari mata air Cipanas," ujar Rasdian saat dikonfirmasi, Rabu sore.
Baca Juga: Perumdam TJM Cisolok Gencar Deteksi Kebocoran Air demi Tingkatkan Pelayanan Pelanggan
Menurutnya, pipa transmisi tersebut merupakan jalur utama yang menyalurkan air baku dari Mata Air Cipanas ke sejumlah wilayah pelayanan Perumdam TJM. Karena itu, gangguan pada jalur tersebut berdampak pada distribusi air ke beberapa cabang sekaligus.
"Pipa ini melayani tiga cabang, yakni Parungkuda, Cidahu, dan Cicurug. Setelah perbaikan selesai, aliran air mulai kami normalisasi kembali secara bertahap," katanya.
Dengan rampungnya pekerjaan perbaikan, air dari Mata Air Cipanas kini kembali dialirkan menuju bak penampungan dan jaringan distribusi pelanggan.
Perumdam TJM juga memastikan pasokan air bersih akan kembali normal secara bertahap di seluruh wilayah terdampak, termasuk Rawasidkin, Aspol, Cicatih, Cibaregbeg, Perum Villa Ubud, Perum Setiabudi, Lebak Jaya, Nyangkowek, hingga Caringin.
Pihak perusahaan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan yang sempat terjadi selama proses penanganan kebocoran berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan selama proses perbaikan. Saat ini distribusi air sudah kembali berjalan dan terus kami pantau hingga normal sepenuhnya," pungkas Rasdian. (adv)
Editor : Denis Febrian