SUKABUMIUPDATE.com - Krisis air bersih sempat melanda RW 4 Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akibat musim kemarau dan gangguan pada saluran pengambilan air (intake) di kawasan hulu. Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 400 kepala keluarga (KK) atau kurang lebih 1.000 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Kepala Desa Nanggerang, Unang Suwandi, mengatakan desa memiliki sarana air bersih (SAB) yang melayani lima RW. Namun, sekitar dua hari lalu pasokan air sempat terganggu karena adanya kendala pada intake yang berada di kawasan Gunung Gede Pangrango.
"Di kita ada sarana air bersih yang pelayanannya sampai ke lima RW. Dua hari lalu ada kendala di bagian intake, kemudian air tersendat ke masyarakat. Sebetulnya dalam dua bulan terakhir sudah ada perbaikan, cuma faktor alam kita tidak tahu," kata Unang kepada Sukabumiupdate.com, Minggu (12/7/2026).
Baca Juga: Daftar Ulang SPMB Tahap 2 Dimulai, Cek Persyaratan di Sejumlah SMA dan SMK Negeri Sukabumi
Menurutnya, intake tersebut berada sekitar 13 kilometer dari Kantor Desa Nanggerang sehingga membutuhkan waktu bagi petugas pengelola air untuk melakukan perbaikan.
Ia menjelaskan, selain dipengaruhi musim kemarau yang menyebabkan debit air berkurang, gangguan pada intake turut menghambat distribusi air bersih ke permukiman warga.
"Petugas pengelola air melakukan perbaikan di atas. Alhamdulillah hari Sabtu siang air sudah bisa mengalir lagi ke warga masyarakat, khususnya RW 8, RW 7, RW 6, RW 5, dan RW 4," ujarnya.
Baca Juga: Head to Head Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Unggul?
Unang menuturkan, gangguan pasokan air yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih hanya berlangsung sekitar satu hingga dua hari dan berdampak pada RW 4 dari total sembilan RW di Desa Nanggerang.
Sebagai langkah penanganan, pemerintah desa membuka akses dua sumur bor milik desa agar dapat dimanfaatkan warga. Selain itu, pemerintah desa juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi untuk mendistribusikan bantuan air bersih.
"Kemarin kita juga antisipasi dari desa karena ada dua fasilitas sumur bor. Kerannya kita buka untuk warga masyarakat. Alhamdulillah bisa mengatasi krisis air selama satu sampai dua hari, dan sekarang sudah bisa diantisipasi," ucapnya.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Jadi Alarm, Kemenag Akan Tertibkan Pesantren yang Ilegal
Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug, M Abdul Rizki, menyampaikan hasil asesmen menunjukkan kekeringan terjadi di Kampung Legok Bitung RT 01 RW 04 serta Kampung Kebon Kawung RT 02, RT 03, dan RT 04 RW 04, Desa Nanggerang.
"Akibat kemarau panjang mengakibatkan satu RW mengalami kekeringan sehingga menyebabkan warga kesulitan air bersih dengan jumlah terdampak sekitar 400 kepala keluarga atau kurang lebih 1.000 jiwa," ujar Rizki dalam keterangannya.
Rizki mengatakan, P2BK Cicurug bersama perangkat Desa Nanggerang, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan gabungan, Sekretaris Kecamatan Cicurug, dan Satgas BPBD telah melakukan asesmen serta koordinasi di lokasi kejadian.
Baca Juga: Cahaya Misterius Bak Bola Api Melintas di Langit Sukabumi Tadi Malam, Meteor Jatuh?
"Kebutuhan mendesak di lokasi adalah air bersih. BPBD telah mendistribusikan satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter sebanyak dua rit untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak," katanya.
Editor : Ikbal Juliansyah