SUKABUMIUPDATE.com – Wajah Pantai Cibuaya di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, kini menjadi indah. Hal ini menyusul adanya gerakan aksi bersih-bersih dan yang diinisiasi oleh dua legislator Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman dan Anang Janur, dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar, jajaran Polsek Ciracap, Kepala Desa Cikangkung, perwakilan Pemerintah Desa Pangumbahan, pengurus PAC dan ranting PDIP se-Dapil VI, komunitas Banker, serta warga sekitar. Selain membersihkan kawasan pantai, peserta juga melakukan penanaman pohon pandan sebagai upaya penghijauan kawasan pesisir.
Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi yang juga anggota DPRD, Paoji Nurjaman, mengatakan kehadiran Kepala Dinas Pariwisata dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah dalam menjaga kawasan wisata, khususnya Pantai Cibuaya yang berada di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka, Komedian Temon Templar Meninggal Dunia di Usia 59 Tahun
"Kami bersyukur kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon pandan ini mendapat dukungan langsung dari Kepala Dinas Pariwisata. Ini menjadi bentuk sinergi untuk menjaga kelestarian alam, terutama kawasan pantai yang merupakan bagian dari Geopark Ciletuh Palabuhanratu," ujar Paoji kepasa Sukabumiupdate.com, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, penataan kawasan wisata perlu terus didorong agar mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kami mendorong pemerintah daerah, khususnya Dinas Pariwisata, untuk melakukan penataan sarana dan prasarana wisata sehingga mampu meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca Juga: Daftar Ulang SPMB Tahap 2 Dimulai, Cek Persyaratan di Sejumlah SMA dan SMK Negeri Sukabumi
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Anang Janur, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari Bulan Bung Karno yang dilaksanakan serentak oleh kader PDIP di seluruh Indonesia melalui berbagai aksi sosial dan lingkungan.
Ia menilai persoalan kebersihan pantai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
"Kebersihan pantai dan persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban kita bersama. Sampah rumah tangga maupun sampah yang ada di pantai harus menjadi perhatian seluruh masyarakat," ujarnya.
Baca Juga: 400 KK Terdampak, Kemarau dan Gangguan Intake Picu Krisis Air Bersih di Cicurug
Anang mengatakan kegiatan bersih pantai akan dilakukan secara rutin setiap tiga bulan sekali, mulai dari kawasan Pantai Cibuaya, Ujunggenteng hingga Tegalbuleud.
"Insyaallah setiap tiga bulan sekali kami akan melaksanakan kegiatan bersih pantai. Ini hasil gotong royong bersama DPC, PAC, komunitas dan masyarakat," ucapnya.
Selain membersihkan sampah, pihaknya juga melakukan penanaman pohon pandan untuk menambah penghijauan dan menjaga kawasan pesisir dari abrasi.
Ia juga mengajak masyarakat membiasakan diri memilah sampah, terutama sampah plastik yang sulit terurai.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Jadi Alarm, Kemenag Akan Tertibkan Pesantren yang Ilegal
"Kita ingin masyarakat terbiasa memungut sampah plastik di pantai. Sampah organik bisa diolah, sedangkan plastik harus dipisahkan dan ditangani dengan baik agar tidak mencemari lingkungan," katanya.
Ke depan, lanjut Anang, pihaknya akan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam upaya penanganan sampah di kawasan wisata.
Selain itu, ia mendorong penataan kawasan wisata melalui peningkatan fasilitas, pemberdayaan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), penataan sistem retribusi, hingga standarisasi harga di kawasan wisata agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung.
"Kami ingin sektor pariwisata mampu meningkatkan PAD Kabupaten Sukabumi. Karena itu diperlukan penataan fasilitas, pengelolaan retribusi yang baik, pemberdayaan Pokdarwis, serta pengawasan harga di kawasan wisata agar tetap standar," tambahnya.
Baca Juga: Cahaya Misterius Bak Bola Api Melintas di Langit Sukabumi Tadi Malam, Meteor Jatuh?
Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengapresiasi kegiatan yang digagas DPC PDIP Kabupaten Sukabumi tersebut.
Menurutnya, aksi bersih pantai merupakan implementasi nilai-nilai perjuangan Bung Karno yang mengajarkan pentingnya gotong royong dalam membangun bangsa.
"Kami merasa bangga dapat diundang dalam kegiatan Bulan Bakti Bung Karno. Nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno harus terus dilanjutkan, salah satunya melalui kepedulian terhadap lingkungan," ujar Ali.
Ia menegaskan, pantai di Kabupaten Sukabumi merupakan aset wisata yang sangat penting. Dengan garis pantai sepanjang sekitar 117 kilometer, kawasan pesisir mulai dari Cisolok hingga Surade memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Pariwisata harus mampu menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu faktor utama pendukungnya adalah kebersihan. Dalam Sapta Pesona, kawasan wisata harus bersih, nyaman, aman, indah dan memberikan kenangan baik bagi wisatawan," katanya.
Ali menilai persoalan sampah di kawasan wisata tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah.
"Penanganan sampah harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami sedang berupaya membangun sistem penanganan sampah berbasis zero waste melalui penyediaan mesin pengolah sampah ramah lingkungan di kawasan wisata sehingga sampah dapat diolah langsung di lokasi," jelasnya.
Ia menambahkan, Dinas Pariwisata juga tengah melakukan penataan kawasan wisata, mulai dari sistem parkir, pengelolaan sampah, penataan ruang kawasan, hingga peningkatan akses jalan menuju destinasi wisata.
"Optimalisasi retribusi harus diiringi dengan peningkatan pelayanan dan fasilitas. Kami ingin wisatawan merasa nyaman saat datang ke Sukabumi. Penataan parkir, kebersihan, akses jalan hingga pengaturan kawasan konservasi menjadi prioritas agar sektor pariwisata benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (adv)
Editor : Ikbal Juliansyah