Sukabumi Update

Teka-teki Kerangka di Sagaranten: Ibu Muda Hilang 11 Hari, Keluarga Ragu karena Bukti Jaket Merah

Unit Reskrim Polsek Sagaranten saat olah TKP penemuan kerangka manusia di area perkebunan jati di Kampung Cimahi Desa Sagaranten. (Sumber Foto: Dok. Polsek Sagaranten)

SUKABUMIUPDATE.com – Upaya mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan perkebunan pohon jati Kampung Cimahi, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, masih terus dilakukan.

Di tengah penyelidikan polisi, sebuah keluarga dari wilayah tetangga melaporkan adanya anggota keluarga mereka yang hilang kontak sejak 11 hari terakhir.

Kepala Dusun Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Denden Hermawan, mengungkapkan bahwa dirinya mendampingi pihak keluarga untuk mendatangi lokasi penemuan jasad sesaat setelah kabar geger itu menyebar.

Langkah ini diambil karena salah seorang warganya yang berdomisili di Kampung Sinangsari RT 02 RW 06, Dusun Cimenteng, dilaporkan pergi dari rumah dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Warga yang dilaporkan hilang tersebut diketahui bernama Eka Maryani (26) atau yang akrab disapa Yani.

Baca Juga: Misteri Kerangka Manusia di Sagaranten Sukabumi, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti

Wanita muda berstatus janda tiga anak ini terakhir kali terlihat berpamitan meninggalkan rumah dengan tujuan awal menuju rumah kontrakannya yang berada di Kampung Cikupa, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten.

"Kemarin kami melihat ke lokasi karena memang ada kehilangan warga di wilayah saya, Kampung Sinangsari RT 02 RW 06," ujar Denden kepada sukabumiupdate.com, Selasa (14/7/2026).

Namun, harapan keluarga untuk mendapatkan kepastian di lokasi penemuan berujung pada jalan buntu. Denden menjelaskan bahwa pihak keluarga sama sekali tidak mampu mengenali sosok jasad tersebut secara visual karena kondisinya yang sudah membusuk lanjut dan nyaris sepenuhnya menjadi tulang-belulang kering.

"Pas dilihat tidak dikenali. Kondisinya sudah kering tinggal kerangka, jadi sulit memastikan. Hasilnya mungkin nanti hari Rabu setelah pemeriksaan lebih lanjut. Kemarin kerangka itu sudah dibawa ke Sukabumi oleh pihak kepolisian," katanya.

Keraguan pihak keluarga semakin menguat setelah petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti berupa jaket berwarna merah yang ditemukan melekat di dekat kerangka korban.

Berdasarkan ingatan mendalam pihak keluarga, saat melangkah pergi meninggalkan rumah hampir dua pekan lalu, Eka Maryani sama sekali tidak membawa ataupun mengenakan jaket berwarna merah seperti yang ditemukan di lokasi kebun jati milik PT IBP tersebut.

"Jaket merah juga tidak diakui. Berangkatnya tidak memakai jaket merah. Dia berangkat sendiri menggunakan sepeda motor Honda Beat dan membawa telepon genggam," ujar Denden.

Baca Juga: Peringatan Resiko Paparan UV Ekstrim di Sukabumi, Lindungi Kulit dan Mata!

Hingga saat ini, lanjut Denden, sepeda motor maupun telepon genggam milik Eka Maryani belum ditemukan.

Bersama anggota Polsek Sagaranten, keluarga juga telah mendatangi kontrakan yang biasa ditempati Yani di Kampung Cikupa. Namun diketahui kontrakan tersebut sudah lama tidak ditempati karena masa sewanya telah berakhir.

"Kami sempat ke kontrakannya bersama Polsek Sagaranten, tapi ternyata sudah habis kontrakan dan sudah lama tidak ada di sana. Berangkat ke kontrakan, tapi setelah itu tidak diketahui lagi ke mana perginya," tutur Denden.

Ia menambahkan, sebelum adanya penemuan kerangka tersebut, keluarga belum membuat laporan resmi kehilangan ke pemerintah desa maupun kepolisian. Upaya pencarian hanya dilakukan secara mandiri, salah satunya melalui unggahan informasi di media sosial Facebook.

"Laporan resmi baru kemarin. Sebelumnya hanya kakaknya yang memposting di Facebook barangkali ada yang melihat," katanya.

Saat ini, kepastian apakah kerangka manusia yang ditemukan merupakan Eka Maryani atau bukan masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dan identifikasi dari pihak kepolisian. Pihak keluarga berharap hasil pemeriksaan tersebut dapat segera memberikan kepastian mengenai identitas kerangka yang ditemukan. 

Baca Juga: Program MBG Kembali Bergulir, BGN Wajibkan Menu Daging Tersedia untuk Siswa

Sementara itu, Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana B. membenarkan bahwa kerangka manusia yang ditemukan di area perkebunan jati tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini kerangka sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Kota Sukabumi untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya singkat.

Sebelumnya diberitakan, jasad yang ditemukan pada Senin (13/7/2026) pagi tersebut kondisinya telah mengalami pembusukan lanjut dan sebagian besar tubuh telah menjadi kerangka.

Polisi yang melakukan olah TKP turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya jaket merah, kaos hitam, dan rambut panjang yang ditemukan di sekitar lokasi. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT