SUKABUMIUPDATE.com - Warga mendorong pemerintah daerah memfasilitasi talenta muda Sukabumi penggemar otomotif khususnya balap. Ini karena ajang balap liar khususnya di jalan raya lingkar selatan sukabumi sulit diberantas dan sudah tak kenal waktu bahkan jam 6 pagi pun mereka menutup jalan untuk balapan.
Rabu pagi, sekitar pukul 06.10 WIB, jalan raya Lingkar Selatan tepatnya di depan PT Porto ditutup oleh sekelompok anak muda. Mereka meminta waktu ke pengguna jalan untuk proses start balap liar adu cepat dari lokasi tersebut hingga simpang koleberes, Warudoyong Kota Sukabumi.
“Tadi pas mau lewat ditutup untuk balap liar. Ada kurang lebih 5-10 menit,” ucap salah seorang warga yang mau melintas di lokasi tersebut kepada sukabumiupdate.
Baca Juga: DPMPTSP Kabupaten Sukabumi Terbitkan 12.639 NIB hingga Juli 2026, Mayoritas Pelaku UMK
Ia sempat merekam proses balap liar tersebut dengan kamera handphone. Terlihat dua sepeda motor bersiap start. Jalanan ditutup sementara oleh beberapa anak muda lainnya.
Warga berharap balap liar di lingsel sukabumi ditertibkan, karena selain mengganggu pengguna jalan juga rawan dari faktor keamanan. “Tadi udah lapor ke Polres Sukabumi via aplikasi onlinenya,” pungkas warga tersebut.
Balap Liar Lingsel
Tentu ini bukan kejadian pertama, jalan raya lingkar selatan atau Didi Sukardi yang membentang dari Cibolang Cisaat Kabupaten Sukabumi hingga Cibeureum Kota Sukabumi, selama ini menjadi salah satu ‘arena atau sirkuit’’ balap liar. Balap di lingsel lebih kepada adu cepat di trek lurus, dan biasanya menutup salah satu lajur jalan, tergantung trek yang dipilih.
Baca Juga: Spanyol Singkirkan Prancis, Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro Bawa La Roja ke Final Piala Dunia 2026
Biasanya balap liar ini berlangsung tengah malam hingga subuh jelang pagi. Para pembalap ini memilih waktu jalur tersebut relatif sepi dari kendaraan yang melintas.
Polisi pun sudah berkali-kali membubarkan bahkan mengamankan para pembalap liar di lingsel beserta motornya. Namun balap liar lingsel tetap berlangsung, bahkan hari ini berlangsung jam 6 pagi.
Sebut saja Ipan, pembalap sekaligus mekanik motor yang sering ikut jajal adu cepat di lingsel Sukabumi, mengaku nekat melakukan hal tersebut karena memang tidak banyak pilihan. Lingsel yang memiliki dua jalur dengan pemisah ditengah menjadi ‘sirkuit’ yang mumpuni untuk adu cepat motor di trek lurus.
Baca Juga: Pelajar Sukabumi Makhraj Yaqdan Raih Juara 2 Lomba Nyanyi di Ajang IFLC di Romania
“Kalau ada sirkuit permain, ya kita pasti pilih di sirkuit, lebih aman. Kita tahu resiko tapi gmana lagi? motor dan joki atau pembalap perlu dites atau dilatih. Di Sukabumi kan nggak ada sirkuit balap jalan, road race dan drag race. Selama ini kan cuma ada sirkuit motor cross itupun di palabuhanratu dan jampang,” pungkasnya.
Editor : Fitriansyah