SUKABUMIUPDATE.com - Sebanyak 535 peserta didik baru mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (15/7/2026). Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan tersebut difokuskan pada penanaman karakter, pembiasaan disiplin, serta memberi ruang bagi siswa baru untuk mulai mengembangkan potensi yang dimiliki.
Pantauan SukabumiUpdate.com, ratusan peserta didik baru tampak mengikuti rangkaian kegiatan hari pertama MPLS sejak pagi. Kegiatan diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan pengenalan guru dan tenaga kependidikan, penyampaian materi dari sejumlah narasumber, hingga sesi ice breaking yang disisipkan panitia agar suasana tetap interaktif.
Kepala SMAN 1 Cibadak, Isda Sugara, mengatakan sekolah menerima 535 peserta didik baru pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut memenuhi kuota yang tersedia dari sekitar 3.500 pendaftar.
Ia menjelaskan, proses penerimaan dilaksanakan sesuai regulasi pemerintah melalui dua tahap, yakni jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua pada tahap pertama, serta jalur afirmasi dan domisili pada tahap kedua.
Baca Juga: Mendikdasmen Terbitkan SE Pembatasan Gadget di Sekolah: Tugas Kepsek, Orang Tua dan Pemda
"Alhamdulillah semua kuota terpenuhi, semua murid daftar ulang. Ada beberapa murid yang memang tidak bisa diterima sesuai kuota dan jalurnya. Tetapi alhamdulillah mereka semuanya bisa bersekolah melalui program SSK dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat," kata Isda.
Pada hari pertama masuk sekolah, seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat mulai melaksanakan MPLS. Di SMAN 1 Cibadak, kegiatan tersebut mengusung konsep MPLS Pancawaluya ASRI, yang menekankan lingkungan sekolah yang aman, santun, sopan, dan nyaman bagi peserta didik baru.
Menurut Isda, pelaksanaan MPLS tahun ini mengikuti arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menitikberatkan pada penanaman karakter Pancawaluya kepada peserta didik.
"Intinya adalah bagaimana murid baru ketika proses MPLS ini bisa mengenal lingkungan sekolah, bukan hanya secara fisik saja, tetapi juga mengenal karakter dan budaya sekolah khususnya di SMA Negeri 1 Cibadak. Sehingga mereka bisa belajar dengan aman, nyaman, dan mengeluarkan semua potensi, minat, serta bakatnya sehingga bisa berprestasi," ujarnya.
Baca Juga: Viral Pendaki Tektok Gunung Gede Dievakuasi, TNGGP Ingatkan Jangan Asal Ikut Tren
Selain pengenalan lingkungan sekolah, peserta didik juga dibiasakan menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan delapan profil lulusan, mulai dari nilai berketuhanan hingga kewargaan.
Isda berharap MPLS tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal bagi siswa mengenal "rumah baru" mereka selama tiga tahun ke depan.
"Saya ingin MPLS tahun ini bukan hanya seremonial. Mereka menganggap ini seperti mengenal rumah baru. Rumah ini akan nyaman dan aman tergantung bagaimana pertama mengenalnya, mengurusnya, mendiaminya, dan memeliharanya. Ini adalah rumah baru bagi murid-murid Smandak angkatan ke-62," ucapnya.
Terkait konsep MPLS Ramah, Isda menegaskan sekolah telah menerapkannya sejak beberapa tahun terakhir. Seluruh panitia, baik guru maupun OSIS dan MPK yang bertugas mendampingi peserta, diminta memastikan tidak ada praktik perpeloncoan maupun atribut yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran.
Baca Juga: Tiketnya Cuma Rp5.000, Wisata Saung Sungai Cihonje dengan Sungai Jernih dan Saung Bambu
"Kami melarang membawa atribut-atribut yang mengada-ada dan tidak ada kaitannya dengan proses pembelajaran. Kami juga membiasakan budaya 5S, yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Pokoknya MPLS ini dibuat sesimpel mungkin, tidak memberatkan, dan semuanya bisa bahagia," katanya.
Ia menjelaskan, selama MPLS sekolah juga memberi kesempatan kepada siswa berprestasi untuk tampil di depan peserta baru sebagai bentuk motivasi. "Semua potensinya kami tampilkan untuk merangsang teman-temannya. Inilah SMA Negeri 1 Cibadak dengan budaya prestasinya," ujarnya.
Menurut Isda, salah satu ciri pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Cibadak adalah memberi ruang kepada peserta didik baru untuk menampilkan potensi mereka, bukan hanya menerima materi.
"Biasanya MPLS hanya mengenalkan lingkungan sekolah dengan materi yang kaku. Di kami bagaimana memberi ruang kebebasan kepada peserta didik baru untuk tampil di rumah baru mereka. Saya yakin masa pengenalan ini akan berkesan bagi mereka," ungkapnya.
Baca Juga: Blokir Tak Efektif! Situs Judol Sulit Diberantas, Hasim Adnan: Tangkap Bandarnya
Dalam pelaksanaan MPLS, OSIS dan MPK hanya berperan sebagai pendamping. Sementara materi disampaikan oleh guru serta sejumlah instansi eksternal, diantaranya TNI, Polri, BPBD, Damkar, BNN, dan Puskesmas Cibadak. Sekolah juga akan melaksanakan aksi ekologi berupa penanaman pohon dan kegiatan membersihkan lingkungan, termasuk kawasan Sungai Cicatih di belakang sekolah.
Isda mengakui tantangan terbesar peserta didik baru adalah membiasakan diri bangun pagi dan datang tepat waktu. Karena itu, selama MPLS siswa diwajibkan hadir pukul 05.30, sementara kegiatan dibatasi hingga pukul 14.30 agar mereka memiliki waktu istirahat yang cukup.
"Ini salah satu bentuk pembiasaan dari tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat," katanya.
Ia berharap seluruh peserta didik dapat mengembangkan karakter, minat, dan bakat selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Cibadak. "Saya yakin semua anak tercipta istimewa dengan karakter, potensi, minat, dan bakatnya masing-masing. Harapannya SMA Negeri 1 Cibadak menjadi tempat yang cocok bagi mereka untuk berkembang dan nantinya bisa diterima di perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: Belajar dari Insiden Pendaki, 14 Checklist Persiapan Mendaki Gunung yang Harus Diketahui
Sementara itu, Sekretaris OSIS SMAN 1 Cibadak, Rizki Muhammad Fahriza, mengatakan rangkaian MPLS telah diawali dengan pra-MPLS yang berisi pengenalan panitia, pembagian gugus, penyampaian tata tertib, serta diskusi bersama koordinator gugus.
Pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan bersih-bersih ruang gugus, apel pembukaan, pengenalan guru dan tenaga kependidikan, pengenalan panitia OSIS dan MPK, serta materi dari TNI, Polri, guru BK, dan tenaga pendidik. Di sela-sela materi, panitia menyisipkan sesi ice breaking agar peserta tetap bersemangat.
Rizki menjelaskan, setiap hari juga terdapat permainan khas MPLS SMAN 1 Cibadak berupa Snack Teka-teki, yakni peserta diminta menebak jenis makanan ringan dari petunjuk singkat yang diberikan panitia. Tahun ini, panitia juga menambahkan kegiatan Barang Teka-teki, yaitu permainan menebak barang yang akan digunakan selama MPLS melalui petunjuk berbentuk kalimat atau paragraf.
Salah seorang peserta didik baru, Alisa Aprianti, mengaku memilih melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Cibadak karena tertarik dengan budaya disiplin dan prestasi sekolah tersebut. "Aku ingin tumbuh dan berkembang bersama Smandak untuk melanjutkan pendidikan ke PTN. Semoga nanti bisa diterima di UI atau IPB," katanya.
Baca Juga: Begini Cara Kerja Simon Alsintan Berbasis IoT, Inovasi BP Mektan Jabar dan Telkom University
Ia mengaku terkesan dengan suasana MPLS yang ramah dan tidak menegangkan. "Kakak-kakak panitianya ramah, guru-gurunya juga baik. Jadi nggak ada senioritas. Yang ditekankan justru budaya etika, kedisiplinan, dan budaya 5S," ujarnya.
Alisa berharap selama tiga tahun belajar di SMAN 1 Cibadak dirinya dapat berkembang, baik secara akademik maupun non akademik, serta berada di lingkungan pertemanan yang positif.
Editor : Fitriansyah