SUKABUMIUPDATE.com - Lahan seluas sekitar 300 meter persegi di Kampung Babakan Anyar RT 03 RW 13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Rabu (15/7/2026) petang.
Beruntung, kesigapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 20 menit sebelum merembet ke permukiman warga.
Komandan Posko V Damkar Cibadak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Iyep Yosepa, mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Namun, laporan baru diterima petugas pada pukul 18.40 WIB.
Baca Juga: Nasib Pilu PMI Sukabumi di Dubai, Cedera dan Diminta Tebusan Puluhan Juta
Usai menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit kendaraan pemadam kebakaran. Berkat kondisi lalu lintas yang lancar, petugas tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian.
"Kurang lebih dalam waktu lima menit kami sudah sampai ke TKP karena saat itu kondisi di Cibadak tidak macet," ujar Iyep kepada sukabumiupdate.com.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati lahan yang ditumbuhi alang-alang terbakar. Di sekitar lokasi juga terdapat permukiman warga sehingga api berpotensi merembet apabila tidak segera dipadamkan.
Menurut Iyep, proses pemadaman pada awalnya dilakukan secara manual karena kendaraan pemadam dinilai berisiko jika langsung masuk ke lokasi. Setelah dilakukan pengecekan, petugas kemudian memasukkan kendaraan secara perlahan dan hati-hati untuk membantu proses pemadaman.
Baca Juga: Kerangka Mayat di Kebun Jati Sagaranten Ternyata Eka Maryani, Diduga Dibunuh Teman Pria
"Setelah itu kami lakukan pendinginan dan memastikan tidak ada lagi titik-titik api yang dapat menimbulkan penjalaran kembali. Kami sisir menggunakan mobil unit. Alhamdulillah dalam waktu kurang lebih 20 menit api dinyatakan padam," katanya.
Ia menjelaskan, luas area lahan sekitar 1.000 meter persegi atau berukuran kurang lebih 20 x 50 meter. Saat petugas tiba, sekitar 30 persen area telah terbakar dan masih terdapat titik-titik api yang berpotensi meluas. Dari luas area tersebut, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 300 meter persegi.
"Makanya kita antisipasi dulu dengan melaksanakan pemotongan alur penjalaran api. Alhamdulillah api bisa kita tangani," ucapnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Cibadak mengerahkan tujuh personel yang terdiri atas satu komandan regu dan enam anggota. Proses pemadaman berlangsung tanpa kendala.
Baca Juga: Minim Anggaran, DKUKM Sukabumi: Dari 1.200 Koperasi, Baru Sebagian Kecil yang Dibina
Terkait penyebab kebakaran, Iyep mengatakan belum ada saksi yang mengetahui awal munculnya api. Namun, berdasarkan perkiraannya, kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran yang ditinggalkan.
"Kalau saya perkirakan mungkin dari pembakaran yang ditinggalkan, entah pembakaran sampah atau yang lainnya. Tapi pada intinya ada pembakaran di situ lalu ditinggalkan," ujarnya.
Iyep mengungkapkan, memasuki musim kemarau jumlah kejadian kebakaran di wilayah kerja Posko V Damkar Cibadak mulai meningkat. Sejak 1 hingga 15 Juli 2026, pihaknya telah menangani empat kasus kebakaran.
"Per dua minggu ini sudah empat kali kasus kebakaran. Jadi memang ada peningkatan," katanya.
Baca Juga: 50 Istilah Alam dalam Bahasa Sunda Lengkap dengan Artinya
Wilayah kerja Posko V Damkar Cibadak meliputi Kecamatan Cibadak, Nagrak, dan Warungkiara. Menurut Iyep, faktor kelalaian masih menjadi penyebab yang paling sering ditemukan dalam berbagai kejadian kebakaran. Kondisi cuaca pada musim kemarau juga membuat potensi kebakaran semakin tinggi.
Sementara untuk kebakaran lahan, ia menyebut kejadian di Pamuruyan merupakan kasus pertama yang ditangani Posko V Damkar Cibadak pada musim kemarau tahun ini. Menurutnya, salah satu potensi penyebab kebakaran lahan saat musim kemarau adalah aktivitas membuka lahan dengan cara dibakar lalu ditinggalkan.
Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat memasuki musim kemarau karena potensi kebakaran meningkat.
"Sekarang kita memasuki musim rawan kebakaran. Biasanya puncaknya di Agustus. Juli ini sudah mulai meningkat, nanti intensitas kebakaran akan menurun kembali saat memasuki musim penghujan," pungkasnya.
Editor : Ikbal Juliansyah