SUKABUMIUPDATE.com – Musim kemarau kembali membawa persoalan tahunan bagi warga Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Sejumlah sumur warga mulai mengering sehingga masyarakat terpaksa membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Kampung Cikundul Hilir RT 01/04, Isah Aisah (50), mengaku sudah sekitar satu bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih. Menurutnya, kondisi tersebut hampir selalu terjadi setiap musim kemarau.
"Iya di sini lagi sulit air dari sebulan yang lalu. Sumur-sumur pada surut. Tapi kalau ibu mah suka beli aja kalau ada orang yang mau ngambilnya dari mata air di Sungai Cimandiri," kata Isah kepada sukabumiupdate.com, Jumat (17/7/2026).
Ia mengaku khawatir apabila musim kemarau berlangsung lebih lama. Pasalnya, kebutuhan air bersih menjadi beban tambahan bagi pengeluaran rumah tangga.
Baca Juga: 31-60 Hari Tanpa Hujan: Termasuk Sukabumi, BMKG Ungkap Potensi Kekeringan Panjang di Jabar
"Ya pasti khawatir kalau berkepanjangan mah, tapi mudah-mudahan nggak terlalu lama. Di sini kan memang langganan setiap tahun kalau musim kemarau suka kesulitan air, harapannya ya pengen nggak kesulitan saja," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Isah harus merogoh kocek untuk membeli air bersih. Satu jeriken berkapasitas sekitar 10 liter dijual seharga Rp5.000. Dalam sekali membeli, ia biasanya membeli enam jeriken atau menghabiskan sekitar Rp30 ribu.
"Satu kompan itu Rp5.000 isinya 10 liter, tapi nggak tiap hari. Paling seminggu sekali biasa beli enam kompan Rp30 ribu, cuma kepakai tiga hari paling buat kebutuhan," tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan Entin (53). Ia mengatakan krisis air di wilayahnya sudah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan terakhir.
"Kurang lebih sekitar satu sampai dua bulan sudah sulit air di sini mah, memang tiap tahun," ucap Entin.
Baca Juga: Jadi Putih! Sungai Cikaramat Tercemar, Warga Cikembar Makin Susah Air Saat Kemarau
Menurut Entin, saat sumur mengering, warga terpaksa membeli air dari wilayah Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Meski berada di kawasan perbatasan dan hanya dipisahkan oleh Sungai Cimandiri, jarak yang harus ditempuh tetap cukup jauh.
"Emang suka beli kalau lagi kekeringan gini, jaraknya lumayan cukup jauh di Desa Wangunreja, Nyalindung, tapi masih perbatasan cuma nyeberang sungai," katanya.
Kondisi tersebut menjadi gambaran persoalan yang terus berulang setiap tahun di wilayah Cikundul. Saat musim kemarau tiba, debit air sumur warga menurun bahkan mengering, sementara kebutuhan air bersih tetap harus dipenuhi.
Warga berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang, seperti penyediaan jaringan air bersih atau pembangunan sarana air baku, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada pasokan air dari luar wilayah setiap kali musim kemarau datang.
Editor : Denis Febrian