Sukabumi Update

Panggung Musik Jalanan di Alun-alun Gadobangkong, Jadi Magnet Wisatawan dan UMKM

Panggung musik jalanan (music on the street) di alun-alun Gadongbangkong, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi

SUKABUMIUPDATE.com – Kawasan wisata Alun-alun Gadobangkong, Jalan Kidang Kencana, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, dipenuhi kemeriahan alunan musik, pada Jumat (17/7/2026) malam. Dentingan gitar berpadu dengan hentakan drum dan lantunan vokal dari para musisi lokal menciptakan suasana meriah yang mengundang perhatian masyarakat.

Di balik kemeriahan panggung sederhana itu, tersimpan mimpi besar para musisi lokal. Mereka ingin membuktikan bahwa Palabuhanratu memiliki potensi melahirkan talenta musik yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Semangat itu diwujudkan melalui Music on the Street (MOTS), komunitas yang menjadi wadah berkumpulnya para musisi lokal untuk berkarya, berkolaborasi, sekaligus menghidupkan suasana wisata dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Pertunjukan MOTS rutin digelar setiap Jumat malam. Persiapan dimulai sejak sore hari, sementara penampilan musik berlangsung mulai pukul 19.00 WIB hingga sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca Juga: Fantastis! Ekspor Album K-Pop Tembus Rp4,6 Triliun Sepanjang 2026

Penasihat MOTS, Aang Heriana, mengatakan komunitas tersebut lahir sekitar delapan bulan lalu dari keprihatinan para pegiat musik yang melihat minimnya ruang bagi generasi muda untuk menampilkan karya mereka.

"Ide ini berawal dari teman-teman musisi di Palabuhanratu yang merasa tidak memiliki wadah untuk berkarya. Akhirnya kami berkumpul bersama, di antaranya Pak Dera, Ecau, Sendy, dan rekan-rekan lainnya, lalu sepakat membentuk Music on the Street atau MOTS," ujar Aang saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, Palabuhanratu pernah melahirkan sejumlah grup band yang mampu menembus panggung nasional. Oleh karena itu, ia berharap kedepannya bisa lahir regenerasi musisi terus dijaga agar potensi anak-anak muda tidak hilang begitu saja.

"Kami ingin regenerasi itu terus berjalan. Jangan sampai potensi anak-anak muda di Palabuhanratu hilang karena tidak memiliki tempat untuk tampil," katanya.

Sebelumnya, pertunjukan MOTS digelar di kawasan Batu Sapi, Jalan Ahmad Yani. Namun, dalam dua pekan terakhir lokasi dipindahkan ke kawasan wisata Gadobangkong agar lebih dekat dengan masyarakat dan wisatawan.

Perpindahan lokasi tersebut ternyata membawa dampak positif. Antusiasme musisi terus meningkat. Jika sebelumnya pengurus harus mencari grup band satu per satu, kini justru banyak band yang mendaftar untuk tampil.

"Dulu kami yang mencari band. Sekarang justru banyak grup band yang menghubungi kami dan ingin tampil di panggung MOTS," ungkapnya.

Baca Juga: Hadiri Syukuran Nelayan Ciwaru ke-69, Dewan Yudha Dorong Ekonomi Pesisir dan Kawal Program Presiden

Aang juga menyampaikan bahwa sedikitnya 24 grup band dari berbagai genre telah bergabung, mulai dari rock, punk rock, reggae, musik Melayu hingga genre lainnya. Mereka tampil bergiliran setiap Jumat malam.

Menurut Aang, panggung musik ini bukan hanya menjadi ruang berekspresi bagi para musisi, tetapi juga memberi manfaat bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM di sekitar kawasan Gadobangkong.

"Ketika ada pertunjukan musik, masyarakat berkumpul, wisatawan datang menikmati suasana. Dampaknya bukan hanya bagi musisi, tetapi juga menggerakkan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi," jelas Aang.

Meski begitu, seluruh kegiatan masih berjalan secara swadaya. Peralatan seperti drum, gitar, sound system, hingga mixer disediakan secara gotong royong oleh para anggota karena hingga kini belum ada dukungan sponsor maupun donatur.

"Kami bersyukur mendapat fasilitas tempat dari Dinas Perkim dan dukungan dari pihak keamanan karena kegiatan ini positif. Harapan kami ke depan ada perhatian lebih agar musisi Palabuhanratu bisa tampil dengan fasilitas yang lebih baik," tuturnya.

Aang optimistis, dari panggung sederhana di tepi kawasan wisata itu akan lahir musisi-musisi baru yang mampu mengharumkan nama Palabuhanratu di industri musik nasional.

"Sekarang sudah ada beberapa grup yang mulai rekaman, seperti Pattepang dan Namla. Mudah-mudahan mereka bisa menembus industri musik nasional dan mengharumkan nama Palabuhanratu," harapnya.

Baca Juga: Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Salah seorang pengunjung, Diki Permana (33), mengaku sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pertunjukan musik rutin di Gadobangkong mampu menambah daya tarik wisata sekaligus meningkatkan pendapatan para pedagang.

"Saya berharap kegiatan ini terus dilaksanakan setiap minggu. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, lokasi ini merupakan kawasan wisata sehingga pertunjukan musik bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang datang ke Palabuhanratu," pungkasnya.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT