Sukabumi Update

Kesaksian Anggota Drum Band Kadudampit Saat Tragedi Pantai Kapitol, 2 Meninggal

Evakuasi anggota drum band yang terseret ombak pantai Kapitol, Karangpapak, Cisolok, Kabupaten Sukabumi | Foto : Ilyas Supendi

SUKABUMIUPDATE.com – Tragedi laut yang merenggut nyawa dua pelajar di Pantai Kapitol, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, menyisakan duka mendalam. Seorang pelajar berinisial Y (15) menjadi saksi sekaligus korban selamat setelah berhasil lolos dari terjangan ombak yang menyeret dua temannya pada Sabtu (18/7/2026) sore.

Peristiwa nahas itu terjadi saat rombongan Drum Band Granada Kadudampit yang berjumlah sekitar 60 orang berwisata ke kawasan pantai. Setelah tiba di Pantai Kobeng sekitar pukul 15.00 WIB, enam pelajar memutuskan berjalan kaki menuju Pantai Kapitol.

Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi menjelaskan, sesampainya di Pantai Kapitol, tiga pelajar perempuan bermain pasir di tepi pantai. Setelah itu, Y bersama dua rekannya, W dan K, memutuskan mandi di laut.

Namun suasana yang semula penuh keceriaan berubah menjadi kepanikan ketika ombak besar tiba-tiba datang dan menyeret W serta K ke arah timur menuju kawasan batu karang.

Baca Juga: Dievakuasi dalam 10 Menit, Dua Pelajar dari Drum Band Granada Kadudampit Tewas di Pantai Kapitol

"Y yang awalnya mengira kedua temannya hanya bercanda, akhirnya menyadari mereka benar-benar terseret ombak setelah keduanya tak lagi terlihat. Ia berteriak meminta pertolongan dan berusaha menyusul, namun justru ikut terseret arus. Beruntung, ombak berikutnya mendorong Y ke bibir pantai sehingga berhasil selamat," ujar AKP Dadi.

Teriakan Y langsung mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga bergegas melakukan pencarian, sementara seorang saksi bernama Luken melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cisolok yang kemudian diteruskan kepada Satpolairud Polres Sukabumi.

Petugas gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Polsek Cisolok, dan warga segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Menurut AKP Dadi, proses pencarian berlangsung tanpa kendala berarti.

"Tidak ada kesulitan dalam proses evakuasi. Kurang lebih 10 menit kedua korban berhasil dievakuasi," katanya.

Tak lama setelah pencarian dilakukan, kedua korban ditemukan dalam kondisi mengapung di sekitar lokasi kejadian. Mereka langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Kedua pelajar dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Pohon Mahoni 15 Meter Tumbang, Jalan Nasional Palabuhanratu–Cisolok Sempat Lumpuh

Korban diketahui berinisial W (13), warga Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, dan K (15), warga Kota Sukabumi. Sementara Y selamat setelah berhasil terdorong ombak hingga kembali ke bibir pantai.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang laut sedang tinggi. Pengunjung juga diimbau mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tidak berenang di area yang berpotensi membahayakan.

Editor : Syamsul Hidayat

Tags :
BERITA TERKAIT