SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan perbukitan di sepanjang ruas Jalan Provinsi Loji–Palangpang, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, hingga Jumat (24/7/2026) pukul 23.45 WIB masih belum berhasil dipadamkan.
Kobaran api masih terlihat menyala dan terus menjalar di kawasan perbukitan yang menjadi jalur utama menuju Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp) tersebut.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman, membeberkan bahwa titik kobaran api pertama kali terdeteksi menyala sejak pukul 18.00 WIB. Lokasi persisnya berada di kawasan perbukitan Kampung Cipendeuy, RT 03 RW 04, Desa Sangrawayang.
Menurut Dandi, kebakaran diduga dipicu aktivitas pembukaan lahan baru oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
"Pantauan di lapangan, hingga malam ini api masih mengepul dan terlihat dari kejauhan. Kobaran api juga masih terus menjalar di area perbukitan," ujar Dandi kepada sukabumiupdate.com.
Baca Juga: Kebakaran Bukit di Jalur Loji–Geopark Ciletuh Sukabumi, Pengendara Diminta Waspada
Ia menjelaskan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Meski api masih aktif, titik kebakaran diperkirakan masih berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga, sehingga belum mengancam rumah penduduk secara langsung.
Upaya pemadaman hingga kini masih menghadapi kendala. Medan yang terjal dan sulit dijangkau kendaraan pemadam membuat proses pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal.
"Pemadaman terkendala akses menuju lokasi kebakaran. Saat ini tim gabungan masih bersiaga di lokasi sambil terus memantau perkembangan api," katanya.
Untuk menangani kebakaran tersebut, sejumlah personel dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, Polri, Satpol PP, P2BK Simpenan, serta pemerintah desa setempat diterjunkan ke lokasi.
Dandi memastikan tim gabungan tetap bersiaga guna mencegah api merembet ke kawasan permukiman maupun meluas ke area lain.
"Kita masih siaga menjaga agar tidak ke pemukiman," pungkasnya.
Editor : Denis Febrian