Sukabumi Update

Diduga Kena Sajam, Keluarga Desak Polisi Ungkap Kasus Pengeroyokan Pelajar Jampangkulon

Ilustrasi senjata tajam. | Foto: AI/Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Keluarga pelajar berinisial DAM (15 tahun) asal Desa Mekarjaya, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, mendesak polisi segera mengungkap dugaan penganiayaan yang dialami anak mereka. DAM adalah siswa kelas IX SMPN 2 Jampangkulon yang diduga dikeroyok pada Kamis sore, 23 Juli 2026.

Dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban mengalami luka robek pada wajah ini terjadi di Kampung Pasir Sawo Babakan, Desa Mekarjaya. Saat itu DAM sedang dalam perjalanan pulang setelah bermain futsal bersama teman-temannya. Ia mengendarai sepeda motor, sambil membonceng temannya, namun kemudian tiba-tiba dihentikan sekelompok orang.

Ibu korban, L (39 tahun), mengatakan anaknya dirawat satu hari satu malam di RSUD Jampangkulon karena luka dan sempat tak sadarkan diri. Saat ini, DAM menjalani pemulihan di rumah neneknya di Kampung Ciranji I, Desa Mekarjaya. "Anak saya dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar," kata dia kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (25/7/2026).

Baca Juga: Pelajar Jampangkulon Dikeroyok Sepulang Futsal hingga Luka Robek di Wajah, Polisi Selidiki

Menurut L, sebebum kejadian, korban berada di posisi paling belakang rombongan. Ketika itu temannya yang dibonceng melompat untuk menyelamatkan diri. Sementara DAM diduga langsung dianiaya menggunakan senjata tajam atau sajam sehingga melukai pipi kanan, lalu luka gores pada bahu kanan, luka bibir, memar di kepala, dan memar pada kedua lengan.

"Anak saya dibacok menggunakan senjata tajam," ungkap dia yang menyebut keluarga meminta polisi segera mengungkap identitas para pelaku dan menangkapnya.

Kepala SMPN 2 Jampangkulon, Dede, mengatakan pihak sekolah langsung merespons kejadian ini dengan memerintahkan bagian kesiswaan dan OSIS untuk melihat kondisi DAM saat masih di rumah sakit. Dede sendiri telah langsung datang ke rumah nenek korban pada Jumat, 24 Juli 2026, untuk menjenguk dan memberikan santunan dari pihak sekolah.

"Saat itu korban sedang pergi ke masjid untuk salat Jumat, sehingga santunan kami serahkan kepada neneknya," kata dia, berharap korban segera pulih dan kembali bersekolah.

Satreskrim Polres Sukabumi terus melakukan penyelidikan atas laporan dugaan penganiayaan tersebut. Polisi telah menerima laporan, melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa pelapor, mengajukan permohonan visum et repertum terhadap korban, dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap identitas para pelaku.

Hingga berita ini diterbitkan, penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa itu agar memberikan keterangan untuk membantu proses penyelidikan.

Editor : Oksa Bachtiar Camsyah

Tags :
BERITA TERKAIT