Sukabumi Update

Warga Terdampak Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Mulai Alami Sesak Napas, ISPA Mengancam

Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Cisolok, Asep Raipin. (Sumber Foto: SU/Ilyas)

SUKABUMIUPDATE.com – Dampak kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026), tidak hanya menyebabkan kerugian material dan kehilangan tempat tinggal. Asap tebal akibat kebakaran juga mulai memicu gangguan kesehatan bagi warga terdampak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melalui Puskesmas Cisolok langsung membuka posko pelayanan kesehatan sejak pukul 15.00 WIB di sekitar lokasi kebakaran. Selain menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, petugas juga menyiagakan satu unit ambulans selama 24 jam untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Baca Juga: Ratusan Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Butuh Bantuan Mendesak, Ini Daftar Kebutuhannya

Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Cisolok, Asep Raipin, mengatakan hingga saat ini tidak ditemukan korban dengan luka berat akibat kebakaran. Namun, sejumlah warga mulai mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Alhamdulillah untuk kondisi yang parah tidak ada. Paling ada dua orang yang terkena siraman api dan sudah ditangani. Selain itu, banyak warga mengalami sesak napas, batuk, dan pegal-pegal akibat dampak asap kebakaran," ujar Asep kepada sukabumiupdate.com di lokasi.

Menurutnya, ancaman kesehatan yang paling diwaspadai pascakebakaran adalah meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Asap yang masih menyelimuti kawasan permukiman membuat banyak warga mengeluhkan gangguan pernapasan.

"ISPA sangat berpotensi meningkat karena paparan asap. Banyak warga mengeluhkan sesak napas dan gejala gangguan saluran pernapasan. Sejak pukul tiga sore kami sudah membuka posko kesehatan dan warga yang terdampak langsung mendapatkan pelayanan," katanya.

Baca Juga: 200 Meter Kabel PLN Dicuri, Rumah Warga di Sundawenang Sukabumi Padam Listrik Seharian

Selain menangani keluhan gangguan pernapasan, petugas kesehatan juga memberikan perawatan kepada dua warga dewasa yang mengalami luka ringan akibat percikan api saat kebakaran terjadi. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis di lokasi.

Hingga Sabtu malam, pelayanan kesehatan masih terus berlangsung. Petugas kesehatan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi warga yang terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.

Asep menambahkan, pendataan jumlah warga yang mendapatkan layanan kesehatan masih berlangsung karena proses pencatatan terkendala minimnya penerangan akibat padamnya listrik di lokasi kebakaran.

"Kami masih standby di lokasi. Posko kesehatan tetap beroperasi dan ambulans juga disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi kondisi darurat," pungkasnya.

Editor : Denis Febrian

Tags :
BERITA TERKAIT