SUKABUMIUPDATE.com – Kebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026), tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga. Bencana tersebut juga memusnahkan puluhan leuit atau lumbung padi yang selama ini menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat adat.
Ketua Panitia Logistik Bencana Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Edik Supriatna, mengatakan sebanyak 51 rumah warga di dua rukun tetangga (RT) hangus dilalap api.
Selain itu, kebakaran turut menghanguskan 49 leuit yang digunakan masyarakat untuk menyimpan hasil panen padi.
"Jumlah rumah yang terbakar ada 51 unit. Leuit ada 49. Ditambah rumah Abah (Imah Gede), balai sosial, ajeng, posyandu, dan pos ronda, jadi sekitar enam bangunan umum juga ikut terbakar," ujar Edik kepada sukabumiupdate.com, Sabtu malam.
Menurut Edik yang juga Kepala Desa Cibodas, kerugian akibat kebakaran tidak hanya berasal dari bangunan yang musnah, tetapi juga dari cadangan pangan masyarakat adat yang tersimpan di dalam leuit.
Baca Juga: Leuit, Tabungan Kehidupan dan Penjaga Ketahanan Pangan Kasepuhan Ciptamulya
Ia menjelaskan, setiap leuit rata-rata menyimpan sekitar satu ton hingga lebih dari satu ton padi hasil panen. Sementara Leuit Jimat, lumbung padi utama milik sesepuh adat, diperkirakan menyimpan lebih dari dua ton padi.
"Rata-rata satu leuit menyimpan sekitar satu ton sampai satu ton lebih padi. Yang paling besar, Leuit Jimat milik Abah, bisa mencapai dua ton lebih," ungkap Jaro Edik, panggilan akrabnya.
Dengan jumlah 49 leuit yang terbakar, diperkirakan puluhan ton padi milik masyarakat adat turut musnah dalam kebakaran tersebut.
Kondisi Leuit Si Jimat Kasepuhan Ciptamulya yang terletak di dekat Imah Gede. Foto diambil sebelum bencana kebakaran terjadi pada 1 Oktober 2025. | Foto: SU/Denis
Korban Membutuhkan Bantuan Logistik
Pasca kebakaran, warga yang kehilangan tempat tinggal kini sangat membutuhkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andri Firmansyah, mengatakan seluruh bantuan sementara dipusatkan di posko darurat yang berada di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.
Menurutnya, sejumlah kebutuhan mendesak saat ini meliputi beras, mi instan, air mineral, susu bayi, popok, obat-obatan, selimut, kasur lantai, dan perlengkapan kebutuhan dasar lainnya.
"Kebutuhan sementara yang paling dibutuhkan di antaranya beras, mi instan, air mineral, susu bayi, popok, obat-obatan, selimut, kasur lantai, dan perlengkapan penunjang lainnya," ujar Andri.
Baca Juga: Warga Terdampak Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi Mulai Alami Sesak Napas, ISPA Mengancam
Ia mengimbau masyarakat, komunitas, maupun para dermawan yang ingin menyalurkan bantuan agar mengirimkannya langsung ke posko darurat agar distribusi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
"Kalau untuk para korban saat ini mereka ada yang mengungsi di sodara dan tetangga," tambahnya.
Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
Menyusul besarnya dampak kebakaran, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, terhitung sejak 25 hingga 31 Juli 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 300.2.1/Kep.633-BPBD/2026 yang ditandatangani Bupati Sukabumi H. Asep Japar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, hingga layanan darurat lainnya.
"Saat ini yang menjadi prioritas adalah kebutuhan dasar warga terdampak, seperti makanan, minuman, air bersih, dan kebutuhan darurat lainnya," kata Ade.
Editor : Denis Febrian