SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi dinilai mampu melakukan rekonstruksi pascakebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026). Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga, tetapi juga memusnahkan puluhan leuit atau lumbung padi yang menjadi simbol ketahanan pangan masyarakat adat kasepuhan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Andri Hidayana, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk melakukan penanganan awal. Sebab, pemerintah daerah memiliki skema pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) yang memang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat.
"Pemda Kabupaten Sukabumi harus bergerak cepat. Tidak harus menunggu bantuan dari provinsi atau pusat. Memang semua bantuan harus turun, tetapi pemerintah daerah mampu dan bisa membantu lebih cepat karena dananya sudah ada," ujar Andri kepada sukabumiupdate.com, Minggu (25/7/2026).
Menurutnya, musibah kebakaran tersebut memenuhi syarat sebagai keadaan darurat atau bencana yang dapat ditangani menggunakan dana BTT.
Baca Juga: PLN Indonesia Power UBP Jabar 2 Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya
Andri menjelaskan, dana BTT dapat dimanfaatkan pada masa tanggap darurat, mulai dari proses evakuasi, pemadaman skala luas, hingga pemenuhan kebutuhan dasar para korban.
Selain itu, dana tersebut juga dapat digunakan untuk penyediaan pangan, sandang, air bersih, layanan kesehatan darurat, penyediaan tempat pengungsian atau hunian sementara, hingga mendukung proses pembangunan kembali maupun perbaikan rumah-rumah warga yang rusak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan anggaran BTT sekitar Rp25 miliar pada tahun 2026. Jadi tidak ada alasan untuk menunggu terlalu lama. Masyarakat membutuhkan langkah cepat dari pemerintah daerah," tegasnya.
Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi itu berharap Pemkab Sukabumi segera mengoptimalkan penggunaan dana BTT agar proses pemulihan kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya dapat berlangsung lebih cepat, terutama mengingat leuit yang terbakar merupakan bagian penting dari sistem ketahanan pangan dan warisan budaya masyarakat adat.
Andri juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, untuk bergotong royong membantu para korban agar mereka dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas seperti sediakala.
Editor : Syamsul Hidayat