Sukabumi Update

Kantor Desa Cikakak Sukabumi Dibobol Maling: Laptop hingga Genset Raib, Kerugian Capai Rp80 Juta

Ilustrasi - Pintu Dirusak, Kantor Desa Cikakak Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Rp80 Juta (Sumber : AI/ChatGPT).

SUKABUMIUPDATE.com – Kantor Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (27/7/2026) dini hari. Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang inventaris milik desa raib digondol pelaku dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta.

Kepala Desa Cikakak, Dede Mulyadi, mengatakan aksi pencurian pertama kali diketahui sekitar pukul 06.30 WIB saat petugas kebersihan hendak membuka kantor untuk memulai aktivitas. Saat tiba di lokasi, petugas mendapati pintu kantor dalam kondisi rusak.

"Petugas kebersihan yang pertama mengetahui. Saat akan membuka kantor, pintunya sudah dalam keadaan rusak. Setelah dicek ke dalam, ternyata sejumlah ruangan sudah diacak-acak," ujar Dede kepada Sukabumiupdate.com.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga di sekitar kantor desa, pelaku diduga beraksi sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya, sekitar pukul 00.00 WIB, kondisi kantor masih dipastikan dalam keadaan aman.

Baca Juga: Kebakaran di Puncak Habibie Sejak Siang hingga Malam, Pemadaman Terkendala Akses

"Kejadiannya mungkin sekitar pukul satu lebih. Karena beberapa orang yang ada di sekitar kantor desa bersaksi bahwa pada pukul 24.00 WIB, masih melintas dan belum terjadi apa-apa," katanya.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan sedikitnya empat ruangan menjadi sasaran pelaku, yakni ruang Kepala Desa, ruang Sekretaris Desa, ruang Bendahara, dan ruang pelayanan. Seluruh laci serta lemari di ruangan tersebut ditemukan dalam kondisi terbuka dan berantakan.

Sejumlah barang inventaris yang dilaporkan hilang meliputi empat unit laptop, tiga unit printer, satu unit scanner, tiga unit komputer desktop, satu unit genset, dan satu unit kipas angin.

"Untuk taksiran kerugian sementara sekitar Rp80 juta. Belum lagi ada beberapa data desa yang terbawa di dalam tas bendahara," ungkap Dede.

Baca Juga: 52 KK Terdampak, BPBD Sukabumi Tetapkan Tanggap Darurat Kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya

Ia menjelaskan, hilangnya tas milik bendahara menjadi perhatian serius karena di dalamnya terdapat sejumlah dokumen serta data penting pemerintahan desa. Pihak desa khawatir dokumen tersebut dapat disalahgunakan apabila jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dede menduga aksi pencurian dilakukan lebih dari satu orang. Pasalnya, selain merusak pintu samping kantor sebagai akses masuk, pelaku juga membawa kabur barang-barang berukuran besar yang diperkirakan sulit diangkut seorang diri.

"Kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Barang yang dibawa cukup banyak dan cukup berat, sehingga diduga mereka beraksi secara berkelompok," pungkasnya.

Kasus pembobolan Kantor Desa Cikakak kini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas masih melakukan penyelidikan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk mengungkap identitas sekaligus menangkap para pelaku.

 

 

 

 

Editor : Ikbal Juliansyah

Tags :
BERITA TERKAIT